Sosok 2 Capres Tersisa Iran Masoud Pezeshkian dan Saeed Jalili, Reformis vs Ultrakonservatif

Minggu, 30 Juni 2024 - 19:03 WIB
loading...
A A A
Jalili, yang memperoleh lebih dari 9,4 juta suara, didukung oleh sejumlah besar pemilih garis keras yang menganut slogan “tidak ada kompromi, tidak ada penyerahan diri” kepada Barat.

Lahir pada 6 September 1965 di Masyhad, Jalili berasal dari keluarga menengah yang taat. Dikenal karena kepribadiannya yang bertutur kata lembut namun kaku dan religius, dia telah memegang beberapa peran senior sepanjang kariernya.

Saat ini, Jalili adalah salah satu perwakilan Khamenei di Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, badan keamanan tertinggi Iran.

Jalili bertugas dalam perang Iran-Irak, di mana dia terluka oleh pecahan peluru, yang menyebabkan kaki kanannya diamputasi. Dari tahun 2007 hingga 2013, dia memimpin negosiasi mengenai program nuklir Iran, dan mempertahankan sikap tanpa kompromi.

Kritikus menuduhnya melakukan retorika ideologis selama negosiasi dengan pemerintah Barat, dan tidak secara jelas mengartikulasikan posisi Iran.

Dia dengan keras menentang perjanjian nuklir tahun 2015, dengan alasan perjanjian itu melanggar “garis merah” Iran dengan mengizinkan inspeksi situs nuklir.

Jalili meraih gelar doktor ilmu politik dari Universitas Emam Sadegh di Teheran, sebuah lembaga yang didirikan untuk melatih kader Republik Islam.

Pada awal tahun 2000-an, dia menjabat sebagai bagian dari kantor pemimpin tertinggi dan bertanggung jawab atas laporan-laporan strategis utama.

Di bawah kepemimpinan presiden garis keras Mahmoud Ahmadinejad, Jalili menjabat sebagai wakil menteri luar negeri untuk Eropa dan Amerika Selatan.

Pada pemilihan presiden tahun 2013, Jalili menempati posisi ketiga dengan hanya memperoleh 11 persen suara. Pada tahun 2021, dia menarik pencalonannya dan memilih Raisi, yang kemudian menang.

Kekuasaan di Iran pada akhirnya berada di tangan Khamenei, sehingga hasil ini tidak akan menunjukkan adanya perubahan besar dalam kebijakan program nuklir Iran atau dukungannya terhadap milisi di Timur Tengah. Namun presiden menjalankan pemerintahan sehari-hari dan dapat memengaruhi kebijakan Iran.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran dan Oman Selesaikan...
Iran dan Oman Selesaikan Kesepakatan Hormuz, Tanpa Peran AS pada Masa Depan Selat
Wakil Menlu Arab Saudi...
Wakil Menlu Arab Saudi dan Keluarga Nasrallah Hadiri Pemakaman Khamenei
IAEA Yakin Persediaan...
IAEA Yakin Persediaan Uranium yang Diperkaya Masih Tersimpan di Fasilitas Nuklir Iran
Jenazah Anggota Keluarga...
Jenazah Anggota Keluarga Khamenei akan Dimakamkan, Termasuk Cucunya Umur 3 Tahun
Jenazah Ali Khamenei...
Jenazah Ali Khamenei Tiba di Masjid Agung Mosalla di Teheran
Trump Klaim Iran Setujui...
Trump Klaim Iran Setujui Hampir Semua yang Diinginkan AS Selama Negosiasi
Iran Tawarkan Kembali...
Iran Tawarkan Kembali Ekspor Minyak ke Jepang setelah Vakum sejak 2019
Qatar Ungkap Kemajuan...
Qatar Ungkap Kemajuan Positif dalam Dialog AS-Iran, Negosiasi Bakal Berlanjut
Tragis! Putra Mantan...
Tragis! Putra Mantan Miss World Venezuela Ditemukan Meninggal usai 9 Hari Tertimbun Reruntuhan Gempa
Rekomendasi
TikTok Bukan Lagi Aplikasi...
TikTok Bukan Lagi Aplikasi Video: Evolusi Menjadi Super App yang Mengancam Google, Amazon, hingga Bank
Diperiksa Kemendagri...
Diperiksa Kemendagri 8 Jam soal Konten Lagunya, Bupati Purwakarta Minta Maaf dan Akui Salah
Iran Tawarkan Kembali...
Iran Tawarkan Kembali Ekspor Minyak ke Jepang setelah Vakum sejak 2019
Berita Terkini
Prancis Kerahkan Kapal...
Prancis Kerahkan Kapal Pemburu Ranjau di Selat Hormuz
Iran dan Oman Selesaikan...
Iran dan Oman Selesaikan Kesepakatan Hormuz, Tanpa Peran AS pada Masa Depan Selat
Wakil Menlu Arab Saudi...
Wakil Menlu Arab Saudi dan Keluarga Nasrallah Hadiri Pemakaman Khamenei
IAEA Yakin Persediaan...
IAEA Yakin Persediaan Uranium yang Diperkaya Masih Tersimpan di Fasilitas Nuklir Iran
1.022 Bayi Termasuk...
1.022 Bayi Termasuk dari 21.500 Anak yang Tewas Selama Genosida 1.000 Hari di Gaza
Gelombang Panas Terus...
Gelombang Panas Terus Terjadi, Warga Prancis Serbu Supermarket, Berebut Beli AC
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved