alexametrics

UE Desak AS-Iran Redam Ketegangan

loading...
UE Desak AS-Iran Redam Ketegangan
Komisi Eropa meminta Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk menghindari provokasi yang akan menyebabkan destabilisasi lebih lanjut di Timur Tengah. Foto/Istimewa
A+ A-
BRUSSELS - Komisi Eropa meminta Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk menghindari provokasi yang akan menyebabkan destabilisasi lebih lanjut di Timur Tengah. Pernyataan ini datang di tengah terus meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran.

"Wilayah ini (Timur Tengah) tidak memerlukan elemen destabilisasi lebih lanjut. Ini adalah sesuatu yang telah kami katakan secara konsisten," kata juru bicara kebijakan luar negeri dan kebijakan keamanan Uni Eropa (UE), Maja Kocijancic.

"Provokasi harus dihindari dan semua upaya harus dilakukan untuk meredakan ketegangan," sambungnya dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Anadolu Agency pada Selasa (21/5).



Sebelumnya, Presiden AS, Donald Trump mengancam akan membuat riwayat Teheran secara resmi berakhir atau tamat jika Iran nekat ingin berperang dengan AS. Ancaman dilontarkan ketika Washington terus menumpuk kekuatan militernya di dekat negara para Mullah tersebut.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif mengatakan, Iran telah berdiri tegak selama ribuan tahun, sementara semua agresor telah angkat kaki.

"Dipimpin Tim B, Trump berharap untuk mencapai apa yang gagal dilakukan oleh Alexander, Jenghis dan agresor lainnya. Rakyat Iran telah berdiri tegak selama ribuan tahun, sementara semua agresor pergi. Terorisme ekonomi dan ejekan genosida tidak akan "mengakhiri Iran". Jangan pernah ancam warga Iran, coba hormati, itu berhasil!" kata Zarif.

Tim-B sendiri merujuk pada penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed Bin Salman.
(esn)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak