AS Tak Dapat Melacak Bantuan Senjata Senilai Rp1 Triliun yang Dikirim ke Ukraina
Jum'at, 28 Juni 2024 - 13:20 WIB
loading...
Amerika Serikat tidak dapat melacak bantuan senjata senilai lebih dari Rp1 triliun yang dikirim ke Ukraina. Foto/REUTERS/Valentyn Ogirenko
A
A
A
WASHINGTON - Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) tidak dapat menemukan senjata senilai USD62,2 juta (lebih dari Rp1 triliun) yang diberikan kepada Ukraina.
Kesimpulan tersebut disampaikan oleh Inspektur Jenderal Pentagon dalam laporan penilaian mengenai apakah Departemen Pertahanan secara efektif memantau senjata-senjata yang diberikan kepada Angkatan Bersenjata Ukraina.
Badan pengawas tersebut menemukan bahwa pada akhir November tahun lalu, total perangkat keras senilai USD62,2 juta yang ditujukan untuk enhanced end-use monitoring (EEUM) dilaporkan hilang. Di antaranya adalah perangkat night vision, rudal anti-tank Javelin, dan unit peluncuran rudal.
Baca Juga: Rudal Hipersonik Rusia Serang Pangkalan Ukraina yang Akan Tampung Jet Tempur F-16 AS
Menurut laporan badan pengawas tersebut, yang dirilis hari Rabu, Kantor Kerja Sama Pertahanan (ODC) AS di Ukraina tidak dapat membedakan barang mana yang hilang dan mana yang hancur. Militer Ukraina belum memberikan klarifikasi, imbuh laporan tersebut.
ODC bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan dan Angkatan Bersenjata Ukraina untuk menyediakan peralatan dan pelatihan ke Kyiv dalam perangnya melawan Rusia. Militer Ukraina melapor ke ODC tentang penggunaan peralatan yang dipasok Amerika.
Kantor Inspektur Jenderal Pentagon juga menemukan bahwa laporan kerugian diajukan rata-rata setelah 301 hari, kira-kira 10 kali lebih lama dari jangka waktu yang disyaratkan.
Kesimpulan tersebut disampaikan oleh Inspektur Jenderal Pentagon dalam laporan penilaian mengenai apakah Departemen Pertahanan secara efektif memantau senjata-senjata yang diberikan kepada Angkatan Bersenjata Ukraina.
Badan pengawas tersebut menemukan bahwa pada akhir November tahun lalu, total perangkat keras senilai USD62,2 juta yang ditujukan untuk enhanced end-use monitoring (EEUM) dilaporkan hilang. Di antaranya adalah perangkat night vision, rudal anti-tank Javelin, dan unit peluncuran rudal.
Baca Juga: Rudal Hipersonik Rusia Serang Pangkalan Ukraina yang Akan Tampung Jet Tempur F-16 AS
Menurut laporan badan pengawas tersebut, yang dirilis hari Rabu, Kantor Kerja Sama Pertahanan (ODC) AS di Ukraina tidak dapat membedakan barang mana yang hilang dan mana yang hancur. Militer Ukraina belum memberikan klarifikasi, imbuh laporan tersebut.
ODC bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan dan Angkatan Bersenjata Ukraina untuk menyediakan peralatan dan pelatihan ke Kyiv dalam perangnya melawan Rusia. Militer Ukraina melapor ke ODC tentang penggunaan peralatan yang dipasok Amerika.
Kantor Inspektur Jenderal Pentagon juga menemukan bahwa laporan kerugian diajukan rata-rata setelah 301 hari, kira-kira 10 kali lebih lama dari jangka waktu yang disyaratkan.
Lihat Juga :