AS Tak Dapat Melacak Bantuan Senjata Senilai Rp1 Triliun yang Dikirim ke Ukraina
Jum'at, 28 Juni 2024 - 13:20 WIB
loading...
A
A
A
“Hal ini meningkatkan risiko bahwa Departemen Pertahanan bisa kehilangan akuntabilitas atas pasal-pasal pertahanan yang ditetapkan EEUM yang diberikan kepada Ukraina,” bunyi laporan tersebut, yang dikutip Russia Today, Jumat (28/6/2024).
Laporan tersebut mencatat bahwa hal ini berada di luar cakupan penyelidikan untuk menentukan apakah telah terjadi “pengalihan” bantuan militer. Tuduhan tindak pidana terkait senjata AS yang dikirim ke Ukraina sedang diselidiki, sambung laporan badan pengawas tersebut.
Pada bulan Januari, badan pengawas itu melaporkan bahwa Pentagon telah gagal melacak dengan baik pasokan militer senilai USD1 miliar yang diberikan kepada Ukraina, dan bahwa sebagian besar peralatan yang dikirim bersifat “nakal".
Antara Februari 2022 hingga Juni tahun ini, Washington memberikan sekitar USD51,2 miliar bantuan militer ke Ukraina, termasuk sistem pertahanan udara dan amunisi, rudal anti-pesawat, roket artileri, sistem anti-lapis baja, tank, dan helikopter.
Laporan tersebut mencatat bahwa hal ini berada di luar cakupan penyelidikan untuk menentukan apakah telah terjadi “pengalihan” bantuan militer. Tuduhan tindak pidana terkait senjata AS yang dikirim ke Ukraina sedang diselidiki, sambung laporan badan pengawas tersebut.
Pada bulan Januari, badan pengawas itu melaporkan bahwa Pentagon telah gagal melacak dengan baik pasokan militer senilai USD1 miliar yang diberikan kepada Ukraina, dan bahwa sebagian besar peralatan yang dikirim bersifat “nakal".
Antara Februari 2022 hingga Juni tahun ini, Washington memberikan sekitar USD51,2 miliar bantuan militer ke Ukraina, termasuk sistem pertahanan udara dan amunisi, rudal anti-pesawat, roket artileri, sistem anti-lapis baja, tank, dan helikopter.
(mas)
Lihat Juga :