alexametrics

Cegah Monkeypox, RI Perketat Pengawasan di Pintu Masuk Wisatawan

loading...
Cegah Monkeypox, RI Perketat Pengawasan di Pintu Masuk Wisatawan
Juru bicara Kemlu Indonesia, Arrmanantha Nassir mengatakan berdasarkan informasi Kementerian Kesehatan ejauh ini belum laporan adanya penyakit itu di Indonesia. Foto/Victor Maulana/Sindonews
A+ A-
JAKARTA - ementerian Luar Negeri Indonesia menyatakan, pemerintah telah mengambil langkah-langkah untuk mencegah penyakit cacar monyet atau monkeypox masuk ke Indonesia. Salah satu langkahnya adalah pengetatan pengawasan di pintu masuk ke Indonesia.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia, Arrmanantha Nassir mengatakan, pemerintah telah mengeluarkan imbauan kepada WNI yang berada di Singapura mengenai hal ini. Dia lalu mengatakan, sejauh ini belum laporan adanya penyakit itu di Indonesia.

"Kementerian Kesehatan telah mengambil berbagai langkah yang sesuai dengan aturan, baik itu dari WHO ataupun undang-undang. Informasi yang saya terima, bahwa keterangan dari Kementerian Kesehatan, penyakit itu sampai saat ini belum ada ditemukan kasusnya di Indonesia," ucap Arrmanantha pada Kamis (16/5).



Arrmanantha kemudian mengatakan, Kementerian Kesehatan telah menyampaikan edaran kepada seluruh Dinas Kesehatan maupun kantor kesehatan di pelabuhan dan rumah sakit serta puskesmas mengenai langkah-langkah yang harus mereka lakukan untuk pencegahan dan juga antisipasi apabila hal-hal ini berkembang.

"Pengetatan juga dilakukan di semua pintu masuk di pelabuhan-pelabuhan untuk memonitor apabila ada, apakah itu wisatawan atau orang masuk yang diduga memiliki ciri-ciri dari monkeypox ini," sambungnya.

Penyakit ini sendiri muncul pertama kali pada monyet di Afrika puluhan tahun silam, namun kini menginfeksi manusia. Kasus pertama virus monkeypox yang langka dilaporkan terjadi di Singapura. Pria Nigeria yang berada di negara itu dites positif terinfeksi virus tersebut pada pekan lalu
(esn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak