Trump Akan Paksa Ukraina Akhiri Perang dengan Rusia, Berikut 5 Alasannya

Rabu, 26 Juni 2024 - 23:23 WIB
loading...
A A A
“Ukraina memiliki pemahaman yang sangat jelas dan hal ini tertuang dalam formula perdamaian yang diusulkan oleh Presiden (Volodymyr) Zelenskiy, dengan jelas dinyatakan di sana – perdamaian hanya bisa dilakukan secara adil dan perdamaian hanya dapat didasarkan pada hukum internasional,” katanya kepada Reuters.

Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih mengatakan pemerintahan Biden tidak akan memaksa Ukraina melakukan negosiasi dengan Rusia. “Presiden Biden yakin bahwa keputusan apa pun mengenai negosiasi ada di tangan Ukraina,” kata juru bicara NSC Adrienne Watson.

Elemen inti dari rencana tersebut diuraikan dalam makalah penelitian yang tersedia untuk umum, yang diterbitkan oleh "America First Policy Institute", sebuah wadah pemikir yang ramah terhadap Trump di mana Kellogg dan Fleitz memegang posisi kepemimpinan.

Baca Juga: UE Ambil Rp24,6 Triliun dari Aset Rusia Bikin Hungaria Geram, Sebut Tak Tahu Malu

3. Mengajak Ukraina dan Rusia Duduk Satu Meja

Trump Akan Paksa Ukraina Akhiri Perang dengan Rusia, Berikut 5 Alasannya

Foto/AP

Kellogg mengatakan sangat penting untuk segera mengajak Rusia dan Ukraina ke meja perundingan jika Trump memenangkan pemilu.

"Kami mengatakan kepada Ukraina, 'Anda harus datang ke meja perundingan, dan jika Anda tidak datang ke meja perundingan, dukungan dari Amerika Serikat akan berkurang,'" katanya. "Dan Anda memberi tahu Putin, 'Dia harus datang ke meja perundingan dan jika Anda tidak datang ke meja perundingan, maka kami akan memberikan semua yang dibutuhkan Ukraina untuk membunuh Anda di lapangan.'"

Menurut makalah penelitian mereka, Moskow juga akan dibujuk untuk ikut berunding dengan janji penundaan keanggotaan NATO di Ukraina untuk jangka waktu yang lama.

Rusia menginvasi negara tetangganya, Ukraina pada bulan Februari 2022. Hingga beberapa kemajuan yang dicapai Rusia dalam beberapa bulan terakhir, garis depan hampir tidak bergerak sejak akhir tahun itu, meskipun puluhan ribu orang tewas di kedua belah pihak dalam perang parit yang tiada henti, pertempuran paling berdarah di Eropa sejak Dunia Perang Kedua.

Fleitz mengatakan Ukraina tidak perlu secara resmi menyerahkan wilayahnya kepada Rusia berdasarkan rencana mereka. Namun, katanya, Ukraina tidak mungkin mendapatkan kembali kendali efektif atas seluruh wilayahnya dalam waktu dekat.

“Kekhawatiran kami adalah hal ini akan menjadi perang gesekan yang akan membunuh seluruh generasi pemuda,” katanya. Perdamaian abadi di Ukraina memerlukan jaminan keamanan tambahan bagi Ukraina. Fleitz menambahkan bahwa "mempersenjatai Ukraina sepenuhnya" kemungkinan besar merupakan elemen kunci dari hal tersebut.

“Presiden Trump telah berulang kali menyatakan bahwa prioritas utama pada masa jabatan keduanya adalah segera menegosiasikan diakhirinya perang Rusia-Ukraina,” kata juru bicara Trump, Cheung.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Trump Telah Teken Nota...
Trump Telah Teken Nota Kesepahaman AS-Iran, Ini Rincian 14 Poinnya
Langka, Trump Bela Hak...
Langka, Trump Bela Hak Iran Memiliki Rudal Balistik
Trump T1 Phone Ternyata...
Trump T1 Phone Ternyata HTC U24 Pro Buatan China: Ini Bukti Teardown-nya
Swiss Gelar Referendum...
Swiss Gelar Referendum untuk Batasi Populasi hingga 10 Juta Jiwa
Trump Teken MoU Perjanjian...
Trump Teken MoU Perjanjian Damai, Iran Tegaskan Tak Akan Serahkan Bahan Nuklir
Rekomendasi
Bawa Archie dan Lilibet...
Bawa Archie dan Lilibet ke Inggris, Pangeran Harry Berharap Bisa Bertemu Raja Charles
Sony Sonjaya Bungkam...
Sony Sonjaya Bungkam Jelang Diperiksa Kejagung soal Dugaan Korupsi MBG
Eksekusi Hotel Sultan...
Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, Simpatisan Lempari Polisi dan TNI dengan Batu
Berita Terkini
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved