Iran Beri Waktu 60 hari untuk Ketentuan Kesepakatan Nuklir Baru

Kamis, 09 Mei 2019 - 05:34 WIB
Iran Beri Waktu 60 hari...
Iran Beri Waktu 60 hari untuk Ketentuan Kesepakatan Nuklir Baru
A A A
TEHERAN - Presiden Hassan Rouhani mengatakan Iran akan mengurangi kepatuhannya dengan perjanjian nuklir 2015 dalam 60 hari kecuali negara-negara penandatangan memenuhi janji dengan perjanjian itu.

Rouhani mengatakan Iran akan meningkatkan tingkat pengayaan uranium dan bersiap-siap untuk melakukan pembicaraan dengan Eropa mengenai Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) di mana sanksi luas terhadap ekonomi Iran dicabut dan Teheran sebagai gantinya setuju menerima batasan pada program teknologi nuklirnya dan memungkinkan inspeksi instalasi nuklirnya.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan bahwa Teheran telah memutuskan untuk berhenti mengimplementasikan beberapa komitmennya sesuai dengan perjanjian nuklir, kantor berita resmi Iran, IRNA, melaporkannya pada hari Rabu.

Langkah-langkah yang akan diadopsi Iran diabadikan oleh Pasal 26 dan 36 JCPOA, kata Zarif saat tiba di Ibu Kota Rusia Moskow pada Selasa malam.

Menurut pasal-pasal tersebut, Teheran atau penandatangan kesepakatan lainnya berhak untuk berhenti mengimplementasikan bagian-bagian atau semua komitmen mereka jika ada pihak yang gagal untuk tetap berkomitmen pada kewajibannya. Laporan itu menambahkan bahwa Iran tidak akan meninggalkan JCPOA , dan lebih tepatnya, bertindak sepenuhnya dalam kerangka Pasal 26 dan 36 dari kesepakatan.

"Sayangnya, Uni Eropa dan anggota komunitas internasional lainnya tidak tahan terhadap tekanan AS," kata Zarif seperti dikutip dari Xinhua, Kamis (9/5/2019).

Zarif menambahkan bahwa langkah Iran memberikan peluang bagi pihak lain dalam kesepakatan untuk mengambil tindakan yang diperlukan, tidak hanya mengeluarkan pernyataan.

Iran mengatakan sebelumnya bahwa mereka akan mengumumkan serangkaian tindakan pembalasan pada hari Rabu dalam menanggapi penarikan AS dari perjanjian nuklir 2015 dan pengenaan kembali sanksi terhadap Teheran.

Presiden AS Donald Trump menarik Washington keluar dari kesepakatan nuklir internasional Iran pada Mei 2018 dan memulai kembali sanksi energi dan keuangan terhadap negara tersebut.

Pemerintahan Trump bertujuan untuk mendorong Iran ke meja negosiasi dengan mengerahkan "tekanan maksimum." Washington berupaya untuk menyegel perjanjian nuklir baru dengan Iran, untuk lebih mengekang program nuklir Iran dan uji coba rudal balistiknya.
(ian)
Berita Terkait
Iran Blokir Inspeksi...
Iran Blokir Inspeksi ke Situs Nuklir
Lima Tahun Kesepakatan...
Lima Tahun Kesepakatan Nuklir, Iran: Tidak akan Ada Negosiasi Ulang
Iran Tegaskan Siap Respon...
Iran Tegaskan Siap Respon Keras Setiap Pelanggaran Kesepakatan Nuklir
Parlemen Iran Sahkan...
Parlemen Iran Sahkan UU Pengayaan Uranium Dekati Level Senjata Nuklir
Rouhani: Jika Mau, Iran...
Rouhani: Jika Mau, Iran Bisa Memperkaya Uranium Hingga 90 Persen
JCPOA Tidak Cukup, Jerman...
JCPOA Tidak Cukup, Jerman Ingin Kesepakatan Nuklir 'Plus' dengan Iran
Berita Terkini
4 Alasan Mojataba Ingin...
4 Alasan Mojataba Ingin Balas Dendam Kematian Ayahnya, Ingin Mewujudkan Kemenangan Total
8 menit yang lalu
Ukraina Tidak Akan Produksi...
Ukraina Tidak Akan Produksi Rudal Patriot meski Trump Beri Lisensi, Ini 3 Alasannya
1 jam yang lalu
8 Fakta Menarik tentang...
8 Fakta Menarik tentang Norwegia, Negara Paling Bahagia dan Matahari Tak Terbenam di Musim Panas
2 jam yang lalu
Deretan 66 Negara yang...
Deretan 66 Negara yang Memiliki UU Melarang LGBT
6 jam yang lalu
Mojtaba Janji Balas...
Mojtaba Janji Balas Dendam atas Darah Tak Bersalah Ayahnya
7 jam yang lalu
Pecahkan Rekor! 10 Juta...
Pecahkan Rekor! 10 Juta Orang Hadiri Upacara Pemakaman Khamenei
8 jam yang lalu
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved