Petinggi Militer Israel Akui Jaringan Terowongan di Rafah Tanpa Ujung

Jum'at, 21 Juni 2024 - 00:01 WIB
loading...
Petinggi Militer Israel...
Seorang warga Palestina duduk di terowongan di bawah perbatasan Mesir-Gaza di Rafah pada 2012. Foto/REUTERS/Ibrahim Abu Mustafa
A A A
TEL AVIV - Komandan Brigade Nahal Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Kolonel Yair Zuckerman mengatakan Rafah penuh dengan terowongan, yang sepertinya tidak ada habisnya.

Pengakuan itu diungkap media Israel pada Rabu (19/6/2024). “Hampir tidak ada rumah tanpa terowongan, yang merupakan tantangan terbesar bagi tentara,” ungkap Kolonel Yair Zuckerman.

“Terowongan tersebut menghubungkan rumah-rumah di kota, membentuk satu labirin yang luas,” papar dia.

Dia menunjukkan tentaranya telah menemukan tujuh belas terowongan di Rafah dalam beberapa hari terakhir saja.

Merujuk pada insiden pekan lalu di mana empat tentara tewas ketika satu bom meledak di satu rumah yang diyakini bebas dari bahan peledak, Zuckerman mengatakan, “Rumah-rumah tersebut dipasangi jebakan dengan bahan peledak berkabel yang dapat diledakkan dari jarak jauh. Ini adalah jenis medan perang yang berbeda, di mana tentara bertempur di atas dan di bawah tanah.”

“Pertempuran itu berat dan lambat,” ujar dia.

“Pejuang Hamas telah memasang banyak kamera di Rafah untuk mengatur pertempuran dari atas dan bawah tanah,” papar perwira senior tersebut.

Sementara itu, semakin banyak warga Palestina yang mengungsi akibat pemboman Israel dari daerah Al-Mawasi di kota Rafah pada Rabu (19/6/2024), Anadolu melaporkan.

Menurut saksi mata, “ratusan” warga Palestina melarikan diri ke Deir Al-Balah dan Khan Yunis.

“Tentara Israel mengklasifikasikan Al-Mawasi sebagai zona aman tetapi tadi malam menargetkan daerah tersebut dengan peluru dan tembakan,” ungkap Khaled Sheikh Eid (41).

“Tentara membunuh delapan anggota keluarga Abu Amra dan melukai anggota keluarga saya sendiri. jadi kami memutuskan pindah ke tempat lain, karena khawatir akan nyawa kami,” papar dia.

Baca juga: Jaringan Terowongan Hizbullah di Lebanon Lebih Luas Dibandingkan Terowongan Hamas

Menurut Ghassan Daher (35), “Israel menggunakan drone quadcopter yang menembaki kami. Tentara Israel menargetkan tenda kami, yang menyebabkan saya terluka oleh pecahan peluru.”

Dia juga menegaskan, “Kawasan tersebut dimaksudkan sebagai zona aman. Namun itu menjadi sasaran.”

Kantor media pemerintah di Gaza mengatakan ada sekitar dua juta pengungsi di Jalur Gaza dari total populasi 2,4 juta jiwa.

Al-Mawasi berada di garis pantai Laut Mediterania. Dengan panjang 12 kilometer dan lebar satu kilometer, membentang dari Deir Al-Balah di utara dan melewati Kegubernuran Khan Yunis di selatan Gaza.

Kawasan tersebut merupakan lahan terbuka dan bukan permukiman. Wilayah ini kekurangan infrastruktur, termasuk jaringan pembuangan limbah dan saluran listrik. Sebagian besar merupakan lahan pertanian, atau pasir.

Pengungsi hidup dalam kondisi yang tragis karena sangat kekurangan sumber daya dasar, seperti air, sanitasi, perawatan medis dan makanan.

Tinggal di tenda yang terbuat dari bahan nilon dan kain usang, mereka harus bertahan pada suhu yang melebihi 30 derajat Celcius.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Dewan Pers Minta Pemerintah...
Dewan Pers Minta Pemerintah Tempuh Jalur Diplomatik Bebaskan Jurnalis yang Ditangkap Israel
Update Korban Gempa...
Update Korban Gempa Venezuela: 235 Orang Tewas dan 70.000 Keluarga Terdampak
Dobrak Tradisi, Raja...
Dobrak Tradisi, Raja Charles Ungkap Bayar Tagihan Pajak Rp306 Miliar Setahun
Rekomendasi
3 Prioritas Pramono...
3 Prioritas Pramono Anung Jelang 5 Abad Kota Jakarta
Boni Hargens: Peningkatan...
Boni Hargens: Peningkatan Kepercayaan Publik kepada Polri Perkuat Stabilitas Demokrasi
Scaloni Berani Cadangkan...
Scaloni Berani Cadangkan Messi, Ada Apa?
Berita Terkini
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
3 Alasan Denmark Larang...
3 Alasan Denmark Larang Mengumandangkan Azan, Tidak Ingin Seperti Islamabad
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Pakar Militer Ini Ungkap...
Pakar Militer Ini Ungkap AS dan Iran Masih Berusaha Raih Klaim Kemenangan
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Iran Akan Selalu Cepat dan Tegas Setiap Serangan AS
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved