3 Pelanggaran HAM yang Dilakukan China kepada Warga Muslim Uighur
Kamis, 20 Juni 2024 - 11:58 WIB
loading...
A
A
A
Kepala Hak Asasi Manusia PBB saat itu, Michelle Bachelet, meminta akses ke Xinjiang ketika rincian kamp pendidikan ulang pertama kali muncul.
Dia akhirnya diizinkan berkunjung pada tahun 2022 dan menyimpulkan bahwa “pelanggaran hak asasi manusia yang serius” telah dilakukan dan bahwa skala penahanan sewenang-wenang dan diskriminatif terhadap warga Uighur dan kelompok mayoritas Muslim lainnya … “mungkin merupakan kejahatan internasional, khususnya kejahatan terhadap kemanusiaan”.
![3 Pelanggaran HAM yang Dilakukan China kepada Warga Muslim Uighur]()
Foto/AP
Kebocoran dokumen resmi pemerintah, investigasi oleh kelompok hak asasi manusia dan akademisi, serta kesaksian dari warga Uighur sendiri mengungkapkan bahwa warga Uighur juga menjadi sasaran dugaan pelanggaran lainnya mulai dari sterilisasi paksa hingga pemisahan keluarga dan penargetan keyakinan dan tradisi agama.
Abduweli Ayup, pendiri Uyghur Hjelp, mendesak pemerintah internasional untuk berbuat lebih banyak untuk menekan China atas situasi di Xinjiang, di mana ia mengatakan ratusan ribu orang Uighur masih “dipenjara secara tidak sah”.
“Pemerintah yang peduli dan kantor hak asasi manusia PBB harus mengintensifkan upaya mereka untuk meminta pertanggungjawaban pemerintah China atas pelanggaran yang mereka lakukan di wilayah Uyghur,” katanya dalam pernyataan itu.
Dia akhirnya diizinkan berkunjung pada tahun 2022 dan menyimpulkan bahwa “pelanggaran hak asasi manusia yang serius” telah dilakukan dan bahwa skala penahanan sewenang-wenang dan diskriminatif terhadap warga Uighur dan kelompok mayoritas Muslim lainnya … “mungkin merupakan kejahatan internasional, khususnya kejahatan terhadap kemanusiaan”.
3. Dipaksa Melakukan Sterilisasi

Foto/AP
Kebocoran dokumen resmi pemerintah, investigasi oleh kelompok hak asasi manusia dan akademisi, serta kesaksian dari warga Uighur sendiri mengungkapkan bahwa warga Uighur juga menjadi sasaran dugaan pelanggaran lainnya mulai dari sterilisasi paksa hingga pemisahan keluarga dan penargetan keyakinan dan tradisi agama.
Abduweli Ayup, pendiri Uyghur Hjelp, mendesak pemerintah internasional untuk berbuat lebih banyak untuk menekan China atas situasi di Xinjiang, di mana ia mengatakan ratusan ribu orang Uighur masih “dipenjara secara tidak sah”.
“Pemerintah yang peduli dan kantor hak asasi manusia PBB harus mengintensifkan upaya mereka untuk meminta pertanggungjawaban pemerintah China atas pelanggaran yang mereka lakukan di wilayah Uyghur,” katanya dalam pernyataan itu.
(ahm)
Lihat Juga :