Bos Intelijen Jerman Akui Ukraina Jadi Titik Transit Teroris

Rabu, 19 Juni 2024 - 10:32 WIB
loading...
Bos Intelijen Jerman...
Kepala Kantor Federal Jerman untuk Perlindungan Konstitusi Thomas Haldenwang. Foto/REUTERS
A A A
BERLIN - Pada April, Kantor Kejaksaan Agung Jerman mengajukan dakwaan atas pembentukan komunitas teroris terhadap lima warga negara Tajikistan, satu warga negara Turkmenistan, dan satu warga negara Kirgistan. Para terdakwa memasuki Jerman melalui Ukraina pada tahun 2022.

Kelompok teroris Negara Islam Provinsi Khorasan (ISKP atau ISIS-K) menggunakan Ukraina sebagai titik transit untuk memasuki negara-negara Barat.

Hal itu diungkap Thomas Haldenwang, kepala Kantor Federal Jerman untuk Perlindungan Konstitusi.

"ISKP berhasil menyelundupkan pendukung mereka ke Eropa Barat, mungkin melalui gelombang pengungsi dari Ukraina," ungkap Haldenwang dalam konferensi pers.

Pejabat Jerman itu mengatakan ISKP adalah yang paling berbahaya di antara organisasi teroris sejenis. Dia mengingat serangan teror baru-baru ini di Eropa Barat, termasuk pembantaian di Balai Konser Bataclan di Paris.

"Kegiatan persiapan berskala besar tengah dilakukan, banyak orang mungkin terlibat, senjata sedang dibeli, dan pada beberapa tahap ini otoritas keamanan berhasil menempatkan kaki mereka di pintu," ungkap Haldevang.

Menteri Dalam Negeri Jerman Nancy Faeser, yang juga berbicara pada konferensi pers tersebut, menekankan ada lebih dari 27 ribu pengikut pemahaman radikal di Jerman.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Zelensky Pecat Menhan...
Zelensky Pecat Menhan Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia, Menhan ke-4 yang Didepak
Rusia: Serangan Drone...
Rusia: Serangan Drone Ukraina Tewaskan Kepala Insinyur Pembangkit Nuklir Terbesar Eropa
10 Negara Eropa Ini...
10 Negara Eropa Ini Bersatu Bangun Perisai Rudal Balistik, Apakah Efekif Hadapi Misil Rusia?
Kirim Video ke Agen...
Kirim Video ke Agen Intelijen Iran, Tentara Israel Ini Dipenjara selama 5 Tahun
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
Jerman akan Beli 50.000...
Jerman akan Beli 50.000 Drone Serang untuk Ukraina
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
Heboh! Polisi Geledah...
Heboh! Polisi Geledah Rumah Eks Wamen, 375 Kg Emas Batangan Ditemukan
Kebakaran Hutan Kanada,...
Kebakaran Hutan Kanada, Laga Final Piala Dunia Spanyol Vs Argentina Ditunda?
Rekomendasi
Dekopin: Juli Bulan...
Dekopin: Juli Bulan Koperasi, Banyak Daerah Masih Merayakan
FKGI Dukung Arah Kebijakan...
FKGI Dukung Arah Kebijakan Kemenhut, Infrastruktur Diminta Lindungi Koridor Gajah
S&P Tahan RI Masih Investment...
S&P Tahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!
Berita Terkini
Beberapa Personel Militer...
Beberapa Personel Militer Kuwait Terluka dalam Serangan Iran
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
Menlu Iran: Israel Gunakan...
Menlu Iran: Israel Gunakan Uang Pajak AS untuk Bungkam Kritikus AS
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
Yaman Memanas, Houthi...
Yaman Memanas, Houthi Ancam Serang Fasilitas Minyak di Arab Saudi
7 Tempat Penyimpanan...
7 Tempat Penyimpanan Emas Terbesar di Dunia, Ada yang Dijaga di Bawah Tanah hingga Benteng Super Ketat
Infografis
Ukraina Akui Jet tempur...
Ukraina Akui Jet tempur F-16 AS Tak Bisa Tandingi Su-35 Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved