Putin Ungkap Tujuan Perjalanan ke Korea Utara

Selasa, 18 Juni 2024 - 15:01 WIB
loading...
Putin Ungkap Tujuan...
Presiden Rusia Vladimir Putin. Foto/REUTERS
A A A
MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan Moskow dan Pyongyang akan mengembangkan pengaturan perdagangan dan keamanan, yang kebal terhadap tekanan dari Barat.

Penjelasan itu diungkap Putin menjelang kunjungannya ke Korea Utara (Korut) pada Selasa (18/6/2024).

Presiden Rusia menguraikan tujuannya dalam artikel yang diterbitkan harian terkemuka DPRK, Rodong Sinmun.

“Untuk menghadirkan lebih banyak demokrasi dan stabilitas pada hubungan internasional, Rusia dan Korea Utara akan mengembangkan mekanisme perdagangan alternatif dan penyelesaian bersama yang tidak dikendalikan oleh Barat, bersama-sama menentang pembatasan sepihak yang tidak sah, dan membentuk arsitektur keamanan yang setara dan tak terpisahkan di Eurasia," tulis Putin.

Dia juga berjanji meningkatkan "interaksi antarmasyarakat" antara kedua negara, termasuk "mobilitas akademis" antara lembaga pendidikan tinggi, pariwisata, "serta pertukaran budaya, pendidikan, pemuda, dan olahraga" untuk meningkatkan rasa percaya diri, saling pengertian, dan kesejahteraan.

Putin mengingatkan warga Korea Utara bahwa tentara Soviet membantu membebaskan mereka dari pendudukan Jepang pada tahun 1945 dan Moskow adalah yang pertama mengakui DPRK dan menjalin hubungan diplomatik dengan Pyongyang.

Uni Soviet juga membantu membangun kembali negara itu setelah kehancuran Perang Korea (1950-1953) dengan dukungan AS dari pihak Selatan.

"Rusia telah terus-menerus mendukung dan akan mendukung DPRK dan rakyat Korea yang heroik dalam perjuangan mereka melawan musuh yang berbahaya, agresif, dan berbahaya, dalam perjuangan mereka untuk kemerdekaan, identitas, dan hak untuk bebas memilih jalur pembangunan mereka," tulis presiden Rusia.

Baca juga: Vladimir Putin: Rusia Dukung Korea Utara Melawan Barat yang Khianat dan Berbahaya

Kunjungan hari Selasa akan menjadi perjalanan pertama Putin ke Korea Utara sejak tahun 2000, ketika dia bertemu dengan Kim Jong-Il.

September lalu, dia menjamu pemimpin DPRK saat ini Kim Jong-un di stasiun antariksa Vostochny di Rusia timur.

Menurut Kremlin, delegasi Rusia juga akan mencakup Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov, Wakil Perdana Menteri Pertama Denis Manturov, Menteri Pertahanan Andrey Belousov, Menteri Kesehatan Mikhail Murashko, Menteri Transportasi Roman Starovoyt, kepala badan antariksa Roscosmos Yuri Borisov, dan kepala Kereta Api Rusia Oleg Belozyorov.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Heboh! Pentagon Sempat...
Heboh! Pentagon Sempat Lockdown Usai Sensor Deteksi Antraks, Ternyata Alarm Palsu
Heli Militer Mi-17 Pakistan...
Heli Militer Mi-17 Pakistan Jatuh, 22 Tentara Tewas termasuk 3 Perwira
Rekomendasi
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Sertifikasi RSPO Kunci...
Sertifikasi RSPO Kunci Akses Pasar dan Penguatan Petani Sawit Swadaya
PHEV Indonesia 2026:...
PHEV Indonesia 2026: Tahun Ketika BYD Memangkas Harga, Pasar Berlipat Ganda
Berita Terkini
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Infografis
Korea Utara Pamerkan...
Korea Utara Pamerkan Kapal Perang Perusak Berbobot 5 Ribu Ton
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved