PM Israel Netanyahu Bubarkan Kabinet Perang

Senin, 17 Juni 2024 - 17:40 WIB
loading...
A A A
Mengklaim bahwa pemerintah Netanyahu gagal menyampaikan rencana pascaperang untuk wilayah Palestina yang terkepung dan dibombardir merupakan hambatan bagi “kemenangan sejati”, Gantz menyerukan pemilihan umum, dan perdana menteri menghadapi tekanan berat di tengah seruan untuk mencapai kesepakatan dengan Hamas. untuk menjamin pembebasan tawanan yang ditahan di Gaza.

Desakan untuk Memperkuat Kabinet Perang

Menurut media Israel, Ben-Gvir mengajukan permohonan melalui surat kepada Netanyahu Kamis lalu untuk memperluas kabinet perang.

Surat tersebut dilaporkan mengatakan bahwa perang Israel selama delapan bulan terakhir telah “dilakukan secara rahasia”, melalui “forum terbatas yang mengubah nama dan definisinya secara berulang-ulang, semua untuk tujuan kontrol tunggal atas keputusan dan menghindari diskusi mengenai posisi lain yang tidak mendukung hal tersebut menantang konsepsi lama”.

Pertaruhan Mitra Internasional


Kabinet perang baru dengan pengaruh besar yang dinikmati oleh Smotrich dan Ben-Gvir akan semakin menguji hubungan dengan mitra internasional, pertama dan terutama Amerika Serikat, yang telah menyerukan militer Israel untuk menahan diri dari invasi darat penuh ke kota selatan Rafah dan Israel. untuk peningkatan pengiriman bantuan.

Pada saat yang sama, Washington terus memasok senjata ke Israel dan hanya ada sedikit petunjuk bahwa Netanyahu siap untuk mundur dari serangan gencar di Gaza.

Pada hari Minggu, Netanyahu mengatakan “untuk mencapai tujuan menghilangkan kemampuan Hamas, [dia] membuat keputusan yang tidak selalu dapat diterima oleh eselon militer” selama pertemuan kabinet mingguan.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Dicopot dari Jabatannya atas Tuduhan Pelecehan Seksual Bermotif Politik
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Prabowo Tegaskan Dukungan...
Prabowo Tegaskan Dukungan untuk Palestina Tak Bisa Ditawar!
Perang di Iran Telah...
Perang di Iran Telah Telan Biaya Rp671 Triliun, Menhan AS Minta Dana Tambahan
Wow, Jepang Akan Uji...
Wow, Jepang Akan Uji Coba Penambangan Mineral Tanah Jarang 6 Km di Bawah Laut
Rekomendasi
Menkum Supratman: Tarif...
Menkum Supratman: Tarif Merek UMKM Tetap dan Pendaftaran Hak Cipta Lagu Gratis
Perindo Perkuat Pemahaman...
Perindo Perkuat Pemahaman dan Kapasitas Anggota DPRD lewat Bimtek Nasional 2026, Dorong Ekonomi Kerakyatan
Tak Pakai Rompi Tahanan,...
Tak Pakai Rompi Tahanan, Febrie Adriansyah Diduga Pegang Kartu As Tawar Proses Hukum
Berita Terkini
Dipaksa Akui Israel...
Dipaksa Akui Israel untuk Kesepakatan Nuklir, Akankah Saudi Merapat ke China dan Pakistan?
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
Memanas, Kuwait dan...
Memanas, Kuwait dan Bahrain Lancarkan Serangan Udara ke Iran
Viral Video Trump Pingsan...
Viral Video Trump Pingsan dan Terduduk Lemas saat Mau Masuk Limusin
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Dicopot dari Jabatannya atas Tuduhan Pelecehan Seksual Bermotif Politik
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved