Kata Macron, Ukraina Tak Boleh Menyerah pada Tuntutan Rusia
Minggu, 16 Juni 2024 - 13:38 WIB
loading...
A
A
A
Surat kabar tersebut memuat tiga dokumen yang disebut-sebut berasal dari perundingan, termasuk teks perjanjian yang diusulkan oleh pihak Ukraina.
Menurut dokumen tersebut, Ukraina menyetujui proposal tersebut untuk menjanjikan “netralitas permanen” dengan imbalan jaminan keamanan dari AS, Inggris, Prancis, Rusia, dan China.
Rencana tersebut tidak diterima dengan baik oleh para pejabat AS, yang melihatnya sebagai “pelucutan senjata sepihak”.
Putin mengatakan pada hari Jumat bahwa Moskow akan memerintahkan gencatan senjata dan memulai perundingan perdamaian jika Kyiv menyetujui beberapa syarat, termasuk penyerahan kelima wilayah bekas Ukraina yang memberikan suara dalam referendum untuk menjadi bagian dari Rusia.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky langsung menolak tawaran tersebut dan menyebutnya sebagai “ultimatum”.
Menurut dokumen tersebut, Ukraina menyetujui proposal tersebut untuk menjanjikan “netralitas permanen” dengan imbalan jaminan keamanan dari AS, Inggris, Prancis, Rusia, dan China.
Rencana tersebut tidak diterima dengan baik oleh para pejabat AS, yang melihatnya sebagai “pelucutan senjata sepihak”.
Putin mengatakan pada hari Jumat bahwa Moskow akan memerintahkan gencatan senjata dan memulai perundingan perdamaian jika Kyiv menyetujui beberapa syarat, termasuk penyerahan kelima wilayah bekas Ukraina yang memberikan suara dalam referendum untuk menjadi bagian dari Rusia.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky langsung menolak tawaran tersebut dan menyebutnya sebagai “ultimatum”.
(mas)
Lihat Juga :