Kata Macron, Ukraina Tak Boleh Menyerah pada Tuntutan Rusia
Minggu, 16 Juni 2024 - 13:38 WIB
loading...
A
A
A
KTT di Swiss terjadi pada saat pasukan Rusia terus menguasai medan perang melawan pasukan Kyiv yang kalah jumlah dan persenjataan.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan pekan lalu bahwa Ukraina kehilangan setidaknya 50.000 tentara per bulan, sementara Moskow mengalami korban jiwa yang tidak disebutkan secara spesifik.
Macron dan para pemimpin Barat lainnya bersikeras bahwa Rusia tidak boleh dibiarkan menang, dan mereka berjanji untuk terus memberikan persenjataan tambahan dan bantuan ekonomi kepada Kyiv selama diperlukan.
Macron telah menjadi pendukung utama keterlibatan NATO yang lebih dalam dalam konflik tersebut, dan menyerukan koalisi negara-negara pro-Kyiv untuk mengirim pelatih militer ke Ukraina.
Dia juga menyarankan agar anggota NATO tidak mengesampingkan pengerahan personel militer pada suatu saat nanti.
Para pejabat Rusia mengeklaim bahwa para pemimpin Barat menggagalkan perjanjian perdamaian tentatif antara Moskow dan Kyiv pada Maret 2022 yang akan mengakhiri pertempuran hanya beberapa minggu setelah dimulai.
Sementara itu, New York Times melaporkan para pemimpin AS dan Polandia terkejut ketika mereka melihat rancangan perjanjian perdamaian tahun 2022, yang dinegosiasikan di Istanbul.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan pekan lalu bahwa Ukraina kehilangan setidaknya 50.000 tentara per bulan, sementara Moskow mengalami korban jiwa yang tidak disebutkan secara spesifik.
Macron dan para pemimpin Barat lainnya bersikeras bahwa Rusia tidak boleh dibiarkan menang, dan mereka berjanji untuk terus memberikan persenjataan tambahan dan bantuan ekonomi kepada Kyiv selama diperlukan.
Macron telah menjadi pendukung utama keterlibatan NATO yang lebih dalam dalam konflik tersebut, dan menyerukan koalisi negara-negara pro-Kyiv untuk mengirim pelatih militer ke Ukraina.
Dia juga menyarankan agar anggota NATO tidak mengesampingkan pengerahan personel militer pada suatu saat nanti.
Para pejabat Rusia mengeklaim bahwa para pemimpin Barat menggagalkan perjanjian perdamaian tentatif antara Moskow dan Kyiv pada Maret 2022 yang akan mengakhiri pertempuran hanya beberapa minggu setelah dimulai.
Sementara itu, New York Times melaporkan para pemimpin AS dan Polandia terkejut ketika mereka melihat rancangan perjanjian perdamaian tahun 2022, yang dinegosiasikan di Istanbul.
Lihat Juga :