Terjadi Lagi, Anak Meninggal Akibat Kelaparan di Gaza Tengah
Sabtu, 15 Juni 2024 - 13:07 WIB
loading...
A
A
A
“Petugas bantuan dan pakar kesehatan telah memperingatkan akan terjadinya kelaparan di Gaza pada musim panas ini kecuali Israel mencabut pembatasan bantuan, menghentikan agresi, dan memulihkan layanan vital,” ungkap laporan tersebut.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini memperingatkan banyak penduduk Gaza menghadapi “tingkat kelaparan yang sangat parah dan kondisi yang menyerupai kelaparan.”
Pada Selasa, Dana Darurat Anak Internasional PBB (UNICEF) memperingatkan hampir 3.000 anak telah diputus dari perawatan untuk kekurangan gizi akut sedang dan berat di Gaza selatan, yang membuat mereka berisiko meninggal.
“Gambar-gambar mengerikan terus bermunculan dari Gaza tentang anak-anak yang meninggal di depan mata keluarga mereka karena terus kurangnya makanan, pasokan nutrisi, dan hancurnya layanan kesehatan,” ungkap Adele Khor, Direktur Regional UNICEF untuk Timur Tengah dan Afrika Utara.
“Kecuali jika perawatan dapat segera dilanjutkan untuk 3.000 anak ini, mereka berisiko langsung dan serius untuk jatuh sakit kritis, mengalami komplikasi yang mengancam jiwa, dan bergabung dengan daftar anak laki-laki dan perempuan yang terus bertambah yang telah terbunuh oleh perampasan yang tidak masuk akal dan dibuat-buat ini,” tegas dia.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini memperingatkan banyak penduduk Gaza menghadapi “tingkat kelaparan yang sangat parah dan kondisi yang menyerupai kelaparan.”
Gambar-gambar Mengerikan
Pada Selasa, Dana Darurat Anak Internasional PBB (UNICEF) memperingatkan hampir 3.000 anak telah diputus dari perawatan untuk kekurangan gizi akut sedang dan berat di Gaza selatan, yang membuat mereka berisiko meninggal.
“Gambar-gambar mengerikan terus bermunculan dari Gaza tentang anak-anak yang meninggal di depan mata keluarga mereka karena terus kurangnya makanan, pasokan nutrisi, dan hancurnya layanan kesehatan,” ungkap Adele Khor, Direktur Regional UNICEF untuk Timur Tengah dan Afrika Utara.
“Kecuali jika perawatan dapat segera dilanjutkan untuk 3.000 anak ini, mereka berisiko langsung dan serius untuk jatuh sakit kritis, mengalami komplikasi yang mengancam jiwa, dan bergabung dengan daftar anak laki-laki dan perempuan yang terus bertambah yang telah terbunuh oleh perampasan yang tidak masuk akal dan dibuat-buat ini,” tegas dia.
Lihat Juga :