Dewan Keamanan PBB Sahkan Resolusi untuk Setop Perang Israel di Gaza

Selasa, 11 Juni 2024 - 17:01 WIB
loading...
Dewan Keamanan PBB Sahkan...
Anggota Dewan Keamanan PBB memberikan suara pada rancangan resolusi AS yang mendukung proposal yang digariskan Presiden AS Joe Biden untuk gencatan senjata antara Israel dan pejuang Palestina Hamas di Jalur Gaza, di markas besar PBB di New York City, AS,
A A A
NEW YORK - Pada Senin (10/6/2024), Dewan Keamanan PBB mengadopsi resolusi yang mendukung proposal gencatan senjata Gaza yang diumumkan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden.

Resolusi tersebut, yang dirancang Amerika Serikat, mendapat 14 suara setuju dari 15 anggota Dewan Keamanan, dan Rusia abstain.

Dinyatakan bahwa Israel telah menerima usulan Biden dan menyerukan Hamas melakukan hal yang sama dan menerapkannya.

Resolusi tersebut juga mendesak kedua belah pihak sepenuhnya melaksanakan ketentuan proposal “tanpa penundaan dan tanpa syarat.”

Dinyatakan bahwa Israel telah menerima usulan Biden dan menyerukan gerakan Perlawanan Palestina, Hamas, untuk melakukan hal yang sama dan menerapkannya.

Rencana Tiga Fase


Pada 31 Mei, Biden mengumumkan Israel telah mengajukan rencana tiga fase untuk menghentikan perang di Gaza dan menjamin pembebasan tawanan Israel.

Tahap pertama dilaporkan mengusulkan pembebasan para tawanan, termasuk perempuan, orang lanjut usia, dan korban luka, serta pengembalian sisa-sisa sandera yang telah meninggal.

Resolusi tersebut juga menyerukan pertukaran tahanan Palestina, penarikan pasukan Israel dari wilayah berpenduduk di Gaza, kembalinya warga sipil Palestina ke rumah dan lingkungan mereka, dan distribusi bantuan kemanusiaan yang aman di seluruh Gaza.

Fase kedua mencakup pembebasan seluruh sandera yang tersisa di Gaza, penghentian permusuhan secara permanen, dan penarikan penuh pasukan Israel dari Gaza.

Fase ketiga menguraikan rencana rekonstruksi jangka panjang di Gaza, termasuk pengembalian jenazah para tahanan yang meninggal.

Meskipun resolusi Dewan Keamanan PBB sebelumnya menuntut gencatan senjata segera, Israel terus melanjutkan perang genosida di Gaza.

Genosida Masih Berlangsung


Saat ini diadili di Mahkamah Internasional (ICJ) atas tuduhan genosida terhadap warga Palestina, Israel telah melancarkan perang yang menghancurkan di Gaza sejak 7 Oktober.

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, 37.124 warga Palestina telah terbunuh, dan 84.712 terluka dalam genosida Israel yang sedang berlangsung di Gaza mulai tanggal 7 Oktober.

Selain itu, 11.000 orang belum ditemukan, diperkirakan tewas di bawah reruntuhan rumah mereka di seluruh Jalur Gaza.

Organisasi-organisasi Palestina dan internasional mengatakan mayoritas dari mereka yang terbunuh dan terluka adalah perempuan dan anak-anak.

Genosida Israel telah mengakibatkan kelaparan akut, sebagian besar di bagian utara Gaza, yang mengakibatkan kematian banyak warga Palestina, kebanyakan anak-anak.

Agresi Israel juga mengakibatkan hampir dua juta orang terpaksa mengungsi dari seluruh Jalur Gaza, dengan sebagian besar pengungsi terpaksa mengungsi ke kota Rafah di bagian selatan yang padat penduduknya, dekat perbatasan dengan Mesir.

Israel mengatakan 1.200 tentara dan warga sipil tewas dalam Operasi Badai Al-Aqsa pada tanggal 7 Oktober. Media Israel menerbitkan laporan yang menunjukkan banyak warga Israel terbunuh pada hari itu karena tembakan tentara Israel sendiri.

Baca juga: AS Kuntit Kapal Perang dan Kapal Selam Nuklir Rusia di Karibia
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Penembakan di Fan Zone...
Penembakan di Fan Zone Piala Dunia 2026, Satu Orang Tewas dan Satu Kritis
Update Korban Gempa...
Update Korban Gempa Venezuela: 235 Orang Tewas dan 70.000 Keluarga Terdampak
Penembakan di Fasilitas...
Penembakan di Fasilitas Remaja, 6 Orang Tewas
Rekomendasi
Rakor dengan Pimpinan...
Rakor dengan Pimpinan BGN, Dasco Tegaskan DPR Awasi Ketat Program MBG agar Tepat Sasaran
Histeria Ojol dan Kerentanan...
Histeria Ojol dan Kerentanan Ekstrem Pekerja 'Gig Economy'
Program Magang Nasional...
Program Magang Nasional 2026 Dibuka, 150 Ribu Lulusan Ikut Magang Bareng Seskab Teddy
Berita Terkini
Bom Ransel Meledak di...
Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Jerman Diguncang Penembakan,...
Jerman Diguncang Penembakan, 6 Orang Tewas
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved