5 Fakta Nuseirat, Tempat 274 Warga Palestina Dibantai Mengerikan oleh Israel

Senin, 10 Juni 2024 - 14:42 WIB
loading...
5 Fakta Nuseirat, Tempat...
Kondisi wilayah Nuseirat, tempat 274 warga Palestina dibantai secara mengerikan oleh pasukan Israel. Foto/Anadolu
A A A
JAKARTA - Pasukan Israel telah membantai 274 warga Palestina dalam serangan besar-besaran di Nuseirat, Jalur Gaza tengah, pada Sabtu pekan lalu. Pembantaian ini terjadi selama operasi pembebasan empat sandera yang ditawan Hamas.

Selain menyebabkan 274 orang meninggal, serangan kejam pasukan Zionis Israel juga menyebabkan lebih dari 700 orang lainnya terluka.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas telah menginstruksikan Utusan Palestina untuk PBB Riyad Mansour guna meminta sidang darurat Dewan Keamanan PBB terkait tindakan militer Israel tersebut.

Baca Juga: Sosok 4 Sandera yang Dibebaskan Israel dengan Membantai 274 Warga Palestina di Nuseirat

5 Fakta Nuseirat, Tempat 274 Warga Palestina Dibantai Israel

1. Salah Satu Kamp Pengungsi Padat di Gaza


Sebagaimana diketahui, Jalur Gaza setidaknya memiliki delapan kamp pengungsi. Di antaranya Rafah, Maghazi, Khan Younis, Jabalia, Deir El-Balah, Bureij, Beach camp, dan Nuseirat.

Setelah menargetkan Rafah beberapa waktu lalu, pasukan Zionis Israel menyerang Nuseirat. Berdalih membebaskan empat sandera, pasukan Zionis menyerang dan membantai ratusan warga Palestina kamp pengungsi tersebut.

Nuseirat berada di tengah Jalur Gaza, tepatnya di wilayah Gubernuran Deir al-Balah. Letak cukup dekat dengan beberapa kamp pengungsi lain seperti Bureij dan Maghazi.

2. Namanya Diambil dari Suku Setempat


Nuseirat dikenal sebagai salah satu kamp pengungsi yang sibuk dan ramai. Menurut UNRWA, namanya diambil dari identitas suku setempat.

Layaknya sebuah kamp pengungsi, Nuseirat adalah tempat penampungan para warga sipil yang terdampak konflik.

Dulunya, para pengungsi berasal dari distrik selatan Palestina. Mereka kabur dan melarikan diri setelah terjadi perang Arab-Israel tahun 1948.

Sebelum kamp ini berdiri, para pengungsi terdampar di bekas penjara militer Inggris yang lokasinya tak jauh dari kawasan tersebut.

3. Menampung Puluhan Ribu Pengungsi


Menurut data UNRWA, kamp Nuseirat menampung sekitar 85.409 pengungsi Palestina per Juli 2023. Terlepas dari keterbatasan fasilitas yang ada, mereka terus bertahan sambil berharap keadaan akan membaik.

Ada beberapa fasilitas sederhana yang tersedia di Nuseirat. Di antaranya kantor pemeliharaan dan sanitasi, kantor bantuan dan layanan sosial hingga dua unit pusat kesehatan.

Terdapat juga satu pusat distribusi makanan yang dikelola bersama kamp Bureij. Kemudian, ada 15 gedung sekolah yang beroperasi secara serbaguna.

4. Kamp dengan Kondisi Memprihatinkan


Layaknya sebuah kamp pengungsi, kondisinya sederhana atau bahkan bisa dibilang lebih buruk. Terlebih, setelah Israel memblokade Gaza, warga yang bertahan di kamp ini kesulitan mencari nafkah dan hanya bergantung pada bantuan.

Beberapa masalah lain juga timbul di kamp Nuseirat. Misalnya, pemadaman listrik yang sering, pasokan air bersih terkontaminasi, kurang ketersediaan bahan bangunan, kepadatan penduduk tinggi, hingga angka kemiskinan dan pengangguran yang melesat.

5. Diserang Pasukan Israel


Selama invasinya ke Gaza, pasukan Israel sering menjadikan kamp-kamp pengungsi Palestina sebagai target. Meski sudah memakan banyak korban sipil, militer Zionis terus berdalih bahwa tindakannya murni ditujukan untuk menumpas pasukan Hamas.

Terbaru, Nuseirat menjadi target. Pada misi pembebasan empat sandera, Israel menyerang kamp tersebut dari darat, laut, dan udara.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jelang Pemilu, Netanyahu...
Jelang Pemilu, Netanyahu Ngotot Usir Warga Palestina dari Gaza
Militer Israel Kembangkan...
Militer Israel Kembangkan Senjata Laser Antariksa untuk Serang Satelit
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 920 Orang Tewas, Hampir 50 Ribu Masih Hilang
Bangunan Bimbingan Belajar...
Bangunan Bimbingan Belajar Ambruk, 14 Anak Tewas
Rekomendasi
Di Hadapan Prabowo,...
Di Hadapan Prabowo, Kapolri: SPPG Polri Berhasil Pertahankan Zero Accident
Prabowo: Kita Butuh...
Prabowo: Kita Butuh Kritik untuk Perbaiki Diri
MICoCS 2026: Akademisi...
MICoCS 2026: Akademisi Dunia Kupas Tantangan AI bagi Industri Media dan Komunikasi
Berita Terkini
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Rakyat UEA Menikmati Jaringan Kereta Api
Kesepakatan MiG untuk...
Kesepakatan MiG untuk Drone antara Polandia dan Drone Ukraina Batal, Ini Pemicu Utamanya
Sanksi Dicabut, Iran...
Sanksi Dicabut, Iran Jual Minyak 20% Lebih Mahal
Iran Bersiap Berperang...
Iran Bersiap Berperang Lagi jika MoU Tidak Dilaksanakan, AS dan Sekutunya Ketar-ketir
Jelang Pemilu, Netanyahu...
Jelang Pemilu, Netanyahu Ngotot Usir Warga Palestina dari Gaza
China akan Bawa AI ke...
China akan Bawa AI ke Setiap Ruang Kelas, dari SD hingga Universitas
Infografis
5 Negara Menolak Membantu...
5 Negara Menolak Membantu Padamkan Kebakaran Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved