Antisipasi Perang dengan Rusia, Swiss Gelar Latihan Pendaratan Pesawat Tempur di Jalan Raya

Rabu, 05 Juni 2024 - 20:42 WIB
loading...
Antisipasi Perang dengan...
Swiss melakukan latihan pendaratan pesawat tempur di jalan raya. Foto/Reuters
A A A
PAYERNE - Angkatan bersenjata Swiss mendaratkan jet tempur di jalan raya di bagian barat negara itu pada Rabu (5/6/2024). Itu bertujuan untuk menguji kemampuan pesawat tempur untuk beroperasi dari lokasi darurat di tengah meningkatnya kekhawatiran keamanan nasional di Eropa.

Disiarkan langsung di televisi Swiss, jet tempur F/A-18 dijadwalkan mendarat dan lepas landas di bagian pedesaan jalan raya A1 antara kota Avenches dan Payerne di wilayah Swiss yang berbahasa Prancis.

Sejumlah orang yang menyaksikan dan layanan darurat menyaksikan jet supersonik bermesin ganda itu mendarat ketika kabut panas menyelimuti jalan raya A1 yang ditutup.

“Ini berjalan sangat baik,” kata Alain von Bueren, pilot pertama yang mendarat di jalan raya, setelah keluar dari jet buatan AS, yang dirancang untuk digunakan pada kapal induk, dilansir Reuters.

Baca Juga: Siap Jadi Lokasi KTT Perdamaian Ukraina, Swiss Batasi Pergerakan Agen Mossad

Pemerintah pekan lalu mengatakan uji coba itu diperlukan karena seluruh aset angkatan udara Swiss terkonsentrasi di tiga lapangan terbang di Payerne, Meiringen dan Emmen, sehingga rentan terhadap sistem senjata musuh jarak jauh.

Untuk memitigasi risiko serangan senjata jarak jauh, angkatan bersenjata Swiss mengandalkan kemampuan untuk mengacak aset-asetnya dan mengerahkannya dari lokasi-lokasi yang terdesentralisasi dan mungkin bersifat sementara.

Pendaratan di jalan tol tersebut merupakan yang pertama sejak tahun 1991 di Swiss yang netral, yang akhir bulan ini akan menjadi tuan rumah pertemuan puncak besar yang bertujuan membuka jalan menuju perdamaian di Ukraina, lebih dari dua tahun setelah Rusia menginvasi negara tersebut.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Alasan Denmark Larang...
3 Alasan Denmark Larang Mengumandangkan Azan, Tidak Ingin Seperti Islamabad
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Gelombang Panas Sengat...
Gelombang Panas Sengat Eropa, 18 Orang Tewas di Prancis
Program Binawan Eropa...
Program Binawan Eropa Antarkan 36 Perawat Indonesia Berkarier di Eropa
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 3 Tewas Tertimpa Reruntuhan, Pemerintah Tetapkan Status Darurat
AS-Iran Saling Serang,...
AS-Iran Saling Serang, Trump Ancam Lenyapkan Iran
Rekomendasi
Perbarui IPKP PPKP Daruba,...
Perbarui IPKP PPKP Daruba, BNPP Soroti Transportasi hingga Infrastruktur Morotai
Afrika Selatan Tersingkir,...
Afrika Selatan Tersingkir, Kanada Lolos ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Penegak Hukum Terkoneksi...
Penegak Hukum Terkoneksi Politik, Ubedilah Badrun: Mestinya Independen
Berita Terkini
Pesawat Jatuh di Prancis,...
Pesawat Jatuh di Prancis, 11 Orang Tewas
Iran: Sifat Dasar AS...
Iran: Sifat Dasar AS Adalah Mengingkari Janji!
5 Fakta Kim Jong-un...
5 Fakta Kim Jong-un Enggan Berbicara tentang Ibunya, Dijuluki Anak Haram dari Seorang Selir
Ancaman Nyata Zionis...
Ancaman Nyata Zionis Bukan Iran, Industri Militer Israel Berlomba Melawan Drone Hizbullah
3 Alasan Iran Serang...
3 Alasan Iran Serang Kuwait dan Bahrain, Ada Pergerakan Membantu Militer AS
7 Pemimpin yang Mengubah...
7 Pemimpin yang Mengubah Dunia, Fatima al Fihri yang Mendirikan Kampus Pertama di Dunia
Infografis
Di Ambang Perang, India...
Di Ambang Perang, India Borong 26 Jet Tempur Rafale
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved