Siap Jadi Lokasi KTT Perdamaian Ukraina, Swiss Batasi Pergerakan Agen Mossad

Selasa, 28 Mei 2024 - 19:03 WIB
loading...
Siap Jadi Lokasi KTT...
Swiss memperketat pergerakan agen Mossad. Foto/Reuters
A A A
BERN - Parlemen Swiss mendukung mosi untuk memperketat langkah-langkah pengusiran mata-mata. Mereka menarget para agen intelijen Rusia yang banyak beraksi di Swiss.

Itu dilaksanakan ketika Bern bersiap menjadi tuan rumah pertemuan puncak besar yang bertujuan membuka jalan bagi perdamaian di Ukraina.

Dengan hasil pemungutan suara dengan hasil 32 suara mendukung dan sembilan suara menolak pada Senin malam, para anggota parlemen majelis tinggi mendukung mosi bertajuk "usir secara sistematis mata-mata Rusia dan mata-mata asing lainnya" yang didukung oleh Presiden Viola Amherd dalam pidatonya di parlemen.

“Negara-negara asing seharusnya merasa Swiss bereaksi terhadap pelanggaran keamanan dan membela diri,” kata Amherd, dilansir Reuters. Itu tepat dua minggu sebelum pemerintahnya bersiap menjadi tuan rumah bagi puluhan negara untuk perundingan perdamaian Ukraina.

Baca Juga: 3 Batalion Hamas Masih Bertahan di Kamp Pengungsi Jabalia

Amherd mengatakan pemerintah ingin secara konsisten mengusir petugas intelijen yang aktivitasnya membahayakan keamanan Swiss atau perannya sebagai negara tuan rumah, sambil menekankan bahwa mosi tersebut tidak akan menghasilkan pengambilan keputusan secara otomatis.

Franziska Roth, anggota parlemen dari Partai Sosial Demokrat yang berhaluan kiri-tengah, dan salah satu pendukung tindakan tersebut, mengatakan Swiss yang netral adalah “magnet” bagi mata-mata karena konsentrasi organisasi internasional di negara tersebut.

"Hal ini terutama berlaku terhadap mata-mata Rusia, menurut badan intelijen dalam negeri," tambahnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Israel Pecat Wakil Bos...
Israel Pecat Wakil Bos Mossad setelah Gagal Operasi Runtuhkan Rezim Iran
Meski Sekutu Sejati,...
Meski Sekutu Sejati, Mengapa Pentagon Tingkatkan Ancaman Mata-mata Israel ke Tingkat Tertinggi?
Mossad Pasok Milisi...
Mossad Pasok Milisi Kurdi dengan Senjata yang Disita dari Hamas dan Hizbullah
Siapa Bill Pulte? Direktur...
Siapa Bill Pulte? Direktur Intelijen Nasional AS yang Tak Pernah Jadi Agen Rahasia
Rusia Ngamuk Bombardir...
Rusia Ngamuk Bombardir Ukraina, 10 Orang Tewas, Lebih dari 100 Terluka
Serangan ke Prabowo...
Serangan ke Prabowo di Medsos Tak Organik, Pengamat Curigai Pola yang Tidak Biasa
Laporan Media: UEA Cairkan...
Laporan Media: UEA Cairkan Miliaran Dolar untuk Iran agar Tak Jadi Sasaran Serangan
AS-Iran Lanjutkan Negosiasi...
AS-Iran Lanjutkan Negosiasi setelah Penandatanganan MoU, Bahas Program Rudal dan Nuklir
Rekomendasi
Pahlawan Cape Verde...
Pahlawan Cape Verde di Piala Dunia 2026 Menangis, Ibunya Ditolak Masuk Amerika Serikat
Tahun Baru Islam, Menag:...
Tahun Baru Islam, Menag: Momentum Pentingnya Dialog dan Merangkul Perbedaan
5 Fakta Menarik Timnas...
5 Fakta Menarik Timnas Belgia Ditahan Imbang Mesir di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Ini Alasan Trump Puji...
Ini Alasan Trump Puji Putin dan Xi Jinping atas Kesepakatan Damai AS-Iran
AS dan Iran Sepakat...
AS dan Iran Sepakat Damai, Netanyahu Jadi Sasaran Kemarahan Warga Israel
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh di Pangkalan California, 8 Orang Tewas
4 Fakta Memalukan Keluarga...
4 Fakta Memalukan Keluarga Kerajaan Norwegia Divonis 4 Tahun Penjara karena Pemerkosaan
Pesawat Pengebom Strategis...
Pesawat Pengebom Strategis Tu-22M3 Rusia Jatuh saat Latihan Penerbangan, Apakah Ada Sabotase?
Infografis
Inggris-Prancis Siap...
Inggris-Prancis Siap Pimpin Koalisi Tentara ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved