Wali Kota Perempuan di Meksiko Dibunuh hanya Beberapa Jam Wanita Yahudi Terpilih sebagai Presiden
Rabu, 05 Juni 2024 - 16:21 WIB
loading...
Yolanda Sánchez Figueroa ditembak hanya beberapa jam setelah perempuan Yahudi terpilih sebagai presiden Meksiko. Foto/Facebook
A
A
A
MEXICO CITY - Wali kota perempuan di kota Cotija di Meksiko barat, Yolanda Sánchez Figueroa, ditembak mati pada Senin (3/6/2024). Ituhanya beberapa jam setelah negara tersebut memilih presiden perempuan pertama dalam pemilu yang dirusak oleh serangan mematikan terhadap para kandidat.
Yolanda Sánchez Figueroa, Wali Kota Cotija di negara bagian Michoacán, sedang berjalan dari gym kembali ke rumahnya bersama pengawalnya ketika mereka ditembak oleh orang-orang di dalam van putih, kata jaksa agung negara bagian dalam sebuah pernyataan.
Sánchez Figueroa dan pengawalnya kemudian meninggal di rumah sakit.
Melansir CNN, konfirmasi kematian Sánchez Figueroa terjadi beberapa jam setelah Claudia Sheinbaum menang telak untuk menjadi presiden perempuan pertama Meksiko, menandai sebuah pencapaian di negara yang terkenal dengan budaya patriarki dan maraknya pembunuhan terhadap perempuan.
Kekerasan yang meluas terhadap politisi tampak besar dalam pemilu ini, yang merupakan pemilu paling berdarah dalam sejarah Meksiko. Puluhan kandidat dan kandidat politik dibunuh oleh organisasi kriminal selama musim kampanye dalam upaya mempengaruhi pemungutan suara.
Yolanda Sánchez Figueroa, Wali Kota Cotija di negara bagian Michoacán, sedang berjalan dari gym kembali ke rumahnya bersama pengawalnya ketika mereka ditembak oleh orang-orang di dalam van putih, kata jaksa agung negara bagian dalam sebuah pernyataan.
Sánchez Figueroa dan pengawalnya kemudian meninggal di rumah sakit.
Melansir CNN, konfirmasi kematian Sánchez Figueroa terjadi beberapa jam setelah Claudia Sheinbaum menang telak untuk menjadi presiden perempuan pertama Meksiko, menandai sebuah pencapaian di negara yang terkenal dengan budaya patriarki dan maraknya pembunuhan terhadap perempuan.
Kekerasan yang meluas terhadap politisi tampak besar dalam pemilu ini, yang merupakan pemilu paling berdarah dalam sejarah Meksiko. Puluhan kandidat dan kandidat politik dibunuh oleh organisasi kriminal selama musim kampanye dalam upaya mempengaruhi pemungutan suara.
Lihat Juga :