Bocah Curi Perhatian Saat Ayahnya Pidato di Kongres AS
Rabu, 05 Juni 2024 - 10:01 WIB
loading...
Anggota Kongres AS John Rose, Republikan Tennessee, menyampaikan pidato di DPR pada Senin (3/6/2024). Foto/X/cspan
A
A
A
WASHINGTON - Seorang anak prasekolah menjadi viral setelah memutar matanya dan menjulurkan lidahnya saat ayahnya pidato di DPR Amerika Serikat (AS) yang memperingatkan bahaya penuntutan politik.
Anggota Kongres AS John Rose, Republikan Tennessee, menjadi yang pertama dalam antrean pada Senin (3/6/2024) untuk menyampaikan pidato di DPR yang mengecam hukuman pidana pekan lalu terhadap mantan Presiden Donald Trump.
"Saya berdiri hari ini untuk membahas preseden buruk yang terjadi di negara kita empat hari lalu, menggunakan sistem peradilan untuk terlibat dalam penuntutan yang bermotif politik dan sekarang hukuman terhadap seorang calon presiden dari partai politik besar, terutama atas tuduhan yang diajukan terhadap Donald Trump, seharusnya menjadi perhatian serius setiap anggota badan ini, serta setiap orang Amerika di seluruh negara kita," ujar Rose.
Duduk di belakang Rose adalah putranya Guy. “Anak berusia enam tahun itu baru saja menyelesaikan taman kanak-kanak dan menghabiskan waktu dengan ayahnya, saat istri Rose, Chelsea, kembali ke Tennessee bersama putra bungsu mereka,” ungkap kantor Rose memberi tahu wartawan.
Awalnya, Guy duduk dengan tenang. Kemudian dia melihat kamera C-SPAN yang telah menyiarkan dari DPR selama bertahun-tahun. Apa yang terjadi selanjutnya menjadi viral.
Saat Rose mulai berbicara tentang "menyelesaikan perbedaan politik kita di kotak suara," Guy menjulurkan lidahnya, menyeringai, memutar matanya, ketika ayahnya berkata, "secara umum melebih-lebihkan."
Anggota Kongres AS John Rose, Republikan Tennessee, menjadi yang pertama dalam antrean pada Senin (3/6/2024) untuk menyampaikan pidato di DPR yang mengecam hukuman pidana pekan lalu terhadap mantan Presiden Donald Trump.
"Saya berdiri hari ini untuk membahas preseden buruk yang terjadi di negara kita empat hari lalu, menggunakan sistem peradilan untuk terlibat dalam penuntutan yang bermotif politik dan sekarang hukuman terhadap seorang calon presiden dari partai politik besar, terutama atas tuduhan yang diajukan terhadap Donald Trump, seharusnya menjadi perhatian serius setiap anggota badan ini, serta setiap orang Amerika di seluruh negara kita," ujar Rose.
Duduk di belakang Rose adalah putranya Guy. “Anak berusia enam tahun itu baru saja menyelesaikan taman kanak-kanak dan menghabiskan waktu dengan ayahnya, saat istri Rose, Chelsea, kembali ke Tennessee bersama putra bungsu mereka,” ungkap kantor Rose memberi tahu wartawan.
Awalnya, Guy duduk dengan tenang. Kemudian dia melihat kamera C-SPAN yang telah menyiarkan dari DPR selama bertahun-tahun. Apa yang terjadi selanjutnya menjadi viral.
Saat Rose mulai berbicara tentang "menyelesaikan perbedaan politik kita di kotak suara," Guy menjulurkan lidahnya, menyeringai, memutar matanya, ketika ayahnya berkata, "secara umum melebih-lebihkan."
Lihat Juga :