Viral, Polisi Belgia Salut Nazi di Sel Pria Slovakia yang Tewas
Kamis, 20 Agustus 2020 - 16:01 WIB
loading...
A
A
A
Keluarganya menyatakan mereka tidak tahu alasan perilaku yang menyebabkan dia ditahan polisi. Autopsi menunjukkan dia tidak dalam pengaruh narkoba atau alkohol.
“Sesuatu terjadi pada suami saya, dia merasa tidak enak, tapi polisi mengabaikan suami saya sepanjang waktu. Saat mereka melihat darah, mereka seharusnya memberi pertolongan pertama. Namun, mereka duduk di atasnya dengan sangat banyak orang. Dia tak bisa bernafas dengan baik,” kata Henrieta.
Dua tahun setelah kematiannya, investigasi polisi masih berlangsung. Henrieta meminta hakim baru ditunjuk dalam kasus tersebut. (Baca Juga: Trump Berharap Arab Saudi Bergabung Kesepakatan UEA dan Israel)
Juru bicara kantor kejaksaan publik Charleroi menyatakan semua pejabat terlibat dalam insiden itu telah diwawancarai. “Akibat krisis terkait Covid-19, maka ada penundaan,” papar dia. (Baca Infografis: Amunisi Anyar China; Meratakan Area Luas dengan sekali Tembakan)
Juru bicara kepolisian menyatakan petugas yang memberikan pose salut Nazi itu akan dipecat mulai 20 Agustus. (Lihat Video: Republik Kopi di Pegunungan Ijen)
“Sesuatu terjadi pada suami saya, dia merasa tidak enak, tapi polisi mengabaikan suami saya sepanjang waktu. Saat mereka melihat darah, mereka seharusnya memberi pertolongan pertama. Namun, mereka duduk di atasnya dengan sangat banyak orang. Dia tak bisa bernafas dengan baik,” kata Henrieta.
Dua tahun setelah kematiannya, investigasi polisi masih berlangsung. Henrieta meminta hakim baru ditunjuk dalam kasus tersebut. (Baca Juga: Trump Berharap Arab Saudi Bergabung Kesepakatan UEA dan Israel)
Juru bicara kantor kejaksaan publik Charleroi menyatakan semua pejabat terlibat dalam insiden itu telah diwawancarai. “Akibat krisis terkait Covid-19, maka ada penundaan,” papar dia. (Baca Infografis: Amunisi Anyar China; Meratakan Area Luas dengan sekali Tembakan)
Juru bicara kepolisian menyatakan petugas yang memberikan pose salut Nazi itu akan dipecat mulai 20 Agustus. (Lihat Video: Republik Kopi di Pegunungan Ijen)
(sya)
Lihat Juga :