Tragis dan Tercerabut dari Akarnya, 300 Keluarga Suku Pribumi di Panama Terpaksa Dievakuasi

Minggu, 02 Juni 2024 - 15:11 WIB
loading...
A A A
Setiap tahun, terutama saat angin kencang menerpa laut pada bulan November dan Desember, air memenuhi jalan dan masuk ke rumah-rumah. Perubahan iklim tidak hanya menyebabkan naiknya permukaan air laut, namun juga menghangatkan lautan dan memicu badai yang lebih kuat.

Suku Guna telah mencoba memperkuat tepian pulau dengan bebatuan, tiang pancang, dan koral, namun air laut terus mengalir.

“Akhir-akhir ini, saya melihat perubahan iklim berdampak besar,” kata Morales. “Sekarang air pasang mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan panasnya tidak tertahankan.”

Pemerintahan otonom suku Guna memutuskan dua dekade yang lalu bahwa mereka perlu mempertimbangkan untuk meninggalkan pulau tersebut, namun pada saat itu hal tersebut terjadi karena pulau tersebut menjadi terlalu ramai. Dampak perubahan iklim mempercepat pemikiran tersebut, kata Evelio López, seorang guru berusia 61 tahun di pulau tersebut.

Baca Juga: Arkeolog Temukan Makam Kuno Penuh dengan Emas dan Benda Bersejarah

Dia berencana untuk pindah bersama kerabatnya ke lokasi baru di daratan yang dikembangkan pemerintah dengan biaya $12 juta. Rumah-rumah beton tersebut terletak di jalan beraspal yang diukir dari hutan tropis yang rimbun, hanya sekitar satu mil (2 kilometer) dari pelabuhan, dan perjalanan perahu selama delapan menit akan membawa mereka ke Gardi Sugdub.

Meninggalkan pulau ini merupakan “tantangan besar, karena selama lebih dari 200 tahun budaya kita berasal dari laut, jadi meninggalkan pulau ini memiliki arti yang banyak,” kata López. “Meninggalkan laut, aktivitas ekonomi yang kami lakukan di pulau itu, dan sekarang kami akan berada di tanah yang kokoh, di dalam hutan. Kita akan melihat hasilnya dalam jangka panjang.”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
9 Kota di Mana Matahari...
9 Kota di Mana Matahari Hampir Tidak Pernah Terbenam atau Terbit saat Musim Panas
Kapal Migran Tenggelam...
Kapal Migran Tenggelam di Lepas Pantai Malaysia, 14 Orang Hilang
Lebih Banyak Kapal Melintasi...
Lebih Banyak Kapal Melintasi Terusan Panama Akibat Perang Iran
Kebakaran Lahap Paviliun...
Kebakaran Lahap Paviliun Perundingan Iklim PBB di Brasil, Para Delegasi Panik Berlarian
Kekeringan Parah, Negara...
Kekeringan Parah, Negara Arab Menabur Awan untuk Mendapatkan Hujan
5 Negara yang Terancam...
5 Negara yang Terancam Punah, dari Penduduk Menyusut hingga Daratan Perlahan Tenggelam
Kroasia Kalahkan Panama,...
Kroasia Kalahkan Panama, Gol Ante Budimir Jaga Asa Lolos ke Fase Gugur Piala Dunia 2026
Negosiator Iran dan...
Negosiator Iran dan AS Bertemu di Jenewa untuk Babak Baru Pembicaraan Demi Akhiri Perang
Pilot Jet Tempur F-15...
Pilot Jet Tempur F-15 AS Ungkap Ngerinya Serangan Drone Iran, Bentuk Formasi Ubur-Ubur
Rekomendasi
ASPEK Indonesia Dorong...
ASPEK Indonesia Dorong Reformasi Jaminan Sosial Jilid II
Di Tengah Popularitasnya,...
Di Tengah Popularitasnya, Arcelly Idol Ternyata Masih Bergantung pada Benda Ini
Momen Riuh di Gorontalo,...
Momen Riuh di Gorontalo, Massa Kompak Teriakkan Nama Seskab Teddy di Depan Presiden Prabowo
Berita Terkini
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
Bill Gates Ngaku Jadi...
Bill Gates Ngaku Jadi Korban Epstein, tapi Fakta Berbicara Lain
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved