Seteru dengan Rusia dan China Memanas, AS Bikin Rudal Jelajah Nuklir Berbasis Laut

Sabtu, 01 Juni 2024 - 14:47 WIB
loading...
A A A
SLCM-N tidak diluncurkan dari kapal selam rudal balistik tetapi dari kapal permukaan atau kapal selam serang (SSN).

Selama Perang Dingin, AS mengintegrasikan rudal-rudal ini ke dalam SSN. Mereka akhirnya dinonaktifkan pada tahun 2010 dan dihapuskan dari layanan bersama dengan sebagian besar senjata nuklir taktis AS.

Keputusan untuk meningkatkan kemampuan nuklir di laut dilakukan sebagai upaya melawan meningkatnya cadangan nuklir Rusia dan China. Rusia memiliki hampir seribu senjata nuklir “taktis” yang dapat diangkut melalui udara, laut, dan darat.

Sedangkan China terus memperluas inventarisnya dan diduga memiliki sekitar 500 hulu ledak nuklir. Yang lebih penting lagi, senjata-senjata tersebut tidak terikat oleh kewajiban perjanjian besar apa pun.

Saat ini, satu-satunya senjata nuklir berbasis laut di Amerika Serikat adalah rudal balistik yang diluncurkan dari kapal selam strategis (SLBM).

Sebaliknya, China dan Rusia berkonsentrasi pada produksi senjata nuklir taktis berdaya ledak rendah, yang dimaksudkan untuk mendukung operasi militer konvensional dan dianggap berada di bawah tingkat senjata nuklir strategis.

Sebelumnya, sebuah laporan Pentagon mencatat bahwa armada enam kapal selam rudal balistik kelas Jin China sedang melakukan patroli “hampir terus-menerus” dari Pulau Hainan ke Laut China Selatan.

Kapal selam nuklir itu disertai dengan rudal jarak jauh yang dapat menyerang jantung Amerika Serikat. Kapal selam ini dipersenjatai dengan rudal JL-3 yang mampu membawa hulu ledak nuklir.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Johannesburg Tewaskan 12 Orang, Polisi Buru 10 Tersangka
AS Ancam Serang Infrastruktur...
AS Ancam Serang Infrastruktur Iran, Presiden Pezeshkian: Mereka Putus Asa!
Rekomendasi
Instagram Down Massal,...
Instagram Down Massal, Benarkah Sengaja Diblokir karena Demo Mahasiswa?
Sertifikasi RSPO Kunci...
Sertifikasi RSPO Kunci Akses Pasar dan Penguatan Petani Sawit Swadaya
TikTok Dorong Pertumbuhan...
TikTok Dorong Pertumbuhan Industri Kecantikan Malalui ForYouBeauty 2026
Berita Terkini
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved