alexametrics

Dukung Aksi Teroris Selandia Baru, Pria Inggris Dicokok Polisi

loading...
Dukung Aksi Teroris Selandia Baru, Pria Inggris Dicokok Polisi
Teroris Brenton Tarrant (28) membuat lambang supremasi kulit putih saat dihadirkan ke pengadilan. Foto/Istimewa
A+ A-
LONDON - Seorang pria asal Inggris ditangkap pihak keamanan di Greater Manchester karena dituduh mendukung serangan terhadap masjid di Selandia Baru.

Pria berusia 24 tahun itu diduga telah membuat referensi dan dukungan atas peristiwa mengerikan di Christchurch, Selandia Baru, dalam sebuah postingan di media sosial. Ia ditahan karena dicurigai menyebarkan komunikasi jahat.

"Ini adalah masa yang sangat sulit bagi orang-orang. Peristiwa di Selandia Baru telah bergema di seluruh dunia. Banyak orang kaget dan khawatir," ujar seorang juru bicara polisi.



"Pada saat-saat seperti inilah, sebagai sebuah komunitas, kita berdiri bersama. Jika hukum mengizinkan dan orang-orang melewati batas, kami akan mengambil tindakan tegas, yang mungkin termasuk penangkapan dan penuntutan," imbuhnya seperti dikutip dari Metro, Minggu (17/3/2019).

Empat puluh sembilan orang tewas dalam serangan terhadap dua masjid di kota Christchurch, Selandia Baru oleh seorang pendung supremasi kulit putih. Brenton Tarrant (28) dari Australia, dituduh membantai lusinan jamaah dan melukai 50 lainnya saat mereka menghadiri shalat Jumat.

Dia menyiarkan langsung serangan teror di Selandia Baru dan menguraikan motif anti-imigrannya dalam sebuah manifesto yang diposting online.

Tarrant tampak membuat simbol supremasi kulit putih dengan tangan kanannya ketika ia tiba di pengadilan dengan tuduhan pembunuhan. Polisi mengatakan dakwaan lebih lanjut diperkirakan akan menyusul.

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan tiga orang, termasuk Tarrant, telah ditangkap pasca serangan itu.

Orang keempat yang ditangkap pada hari Jumat, yang memiliki senjata api, tetapi dengan maksud membantu polisi, telah dibebaskan.

Baca juga: Rebut Senjata dan Usir Teroris dari Masjid, Pria Ini Jadi Pahlawan

Empat puluh satu orang terbunuh di Masjid al-Noor di Deans Avenue, Christchurch tengah, tujuh orang terbunuh di Masjid Linwood, pinggiran kota, dan satu orang meninggal di Rumah Sakit Christchurch.

Ardern mengatakan dalam konferensi pers bahwa undang-undang kepemilikan senjata api negara itu akan diubah setelah serangan mematikan itu.
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak