Nikki Haley Dinilai Bejat usai Tulis 'Habisi Mereka' pada Bom Israel Penghancur Gaza

Kamis, 30 Mei 2024 - 10:28 WIB
loading...
Nikki Haley Dinilai...
Mantan bakal capres AS Nikki Haley menulis pesan habisi mereka! pada bom Israel yang digunakan untuk menghancurkan Gaza, Palestina. Foto/Hindustan Times
A A A
TEL AVIV - Nikki Haley, mantan bakal calon presiden Amerika Serikat (AS), dinilai menjijikkan dan bejat setelah tanda tangan dan menulis kalimat "habisi mereka" pada bom Israel yang menggempur Gaza, Palestina.

Reaksi marah muncul dari kelompok aktivis kemanusiaan atas ulah politisi Partai Republik Amerika tersebut. Haley melakukan itu saat mengunjungi pos Pasukan Pertahanan Israel (IDF) pada Selasa lalu.

"Habisi mereka! Amerika selalu [mencintai] Israel," tulis Haley pada bom Israel, sambil menandatangani namanya.

Dia didampingi Danny Danon, anggota Knesset (Parlemen) Israel, yang mem-posting foto tur mereka di media sosial.

Baca Juga: Mantan Capres AS Ini Tanda Tangani Bom AS yang Akan Dijatuhkan di Rafah

Haley, yang merupakan duta besar untuk PBB pada masa Presiden Donald Trump, merupakan pendukung kuat perang Israel di Gaza dan memiliki hubungan dengan American Israel Public Affairs Committee (AIPAC), sebuah kelompok lobi pro-Israel.

“Tidak ada yang bisa dilihat di sini, hanya politisi favorit AIPAC, Nikki Haley, yang merayakan kematian dan kehancuran di Gaza dengan rudal bertanda tangan,” tulis IfNotNow, sebuah kelompok Yahudi AS yang mendukung hak-hak Palestina, di media sosial, seperti dikutip Salon, Kamis (30/5/2024).

“Menjijikkan sekali,” tulis Alon-Lee Green, direktur Gerakan Yahudi-Arab untuk Perdamaian, Kesetaraan & Keadilan Sosial di Israel.

Dalam posting-an tersebut, Green memohon kepada warga Amerika untuk mengambil kembali “politisi kotor yang mempromosikan kematian”.

Alec Karakatsanis, seorang pengacara hak-hak sipil Amerika, menulis bahwa pesan Haley adalah "salah satu hal paling bejat yang pernah saya lihat."

Waktu penandatanganan senjata perang oleh Haley meningkatkan kemarahan. Pada Minggu malam, Israel mengebom tenda-tenda pengungsi Palestina di “zona aman” Rafah, menewaskan sedikitnya 45 warga sipil, sebagian besar perempuan dan anak-anak.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut serangan itu sebagai “kesalahan tragis", namun militer Israel kemudian membunuh sedikitnya 21 warga sipil Palestina dalam serangan serupa di sebuah kamp pengungsi di Jalur Gaza selatan pada hari Selasa.

"Haley menghabiskan Hari Peringatan bukan untuk memperingati prajurit Amerika yang gugur, namun mengunjungi Israel ketika mereka melakukan pembantaian brutal di Gaza,” kata Hafiz Rashid dari New Republic, dan menyebut pesan yang ditandatanganinya “memuakkan.”

Haley telah menghabiskan beberapa hari terakhir di Israel untuk membuat klaim tidak berdasar tentang hubungan Rusia, China, dan Iran dengan serangan 7 Oktober yang dipimpin oleh Hamas—dan menyuarakan dukungan penuhnya terhadap upaya perang tersebut, dengan menggunakan retorika yang secara keliru menunjukkan bahwa dia mewakili seluruh warga Amerika.

“Amerika mendukung Israel,” kata Haley selama turnya dengan Danon, menurut i24 News.

“Israel sedang memerangi musuh-musuh AS saat ini. Jangan berhenti sampai Anda menang.”
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tetangga Indonesia Ini...
Tetangga Indonesia Ini Beli Lagi 24 Rudal Canggih Hellfire AS, Harganya Rp401 Miliar
Helikopter Angkatan...
Helikopter Angkatan Laut AS Jatuh di Laut Arab, 1 Awak Hilang, Ditembak Iran?
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan...
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan Trump Bertambah Rp25 Triliun
Siapkan Kemenangan pada...
Siapkan Kemenangan pada Pemilu Pertengahan, Trump Gelar Konvensi Partai Republik
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Jelang Pemilu, Netanyahu...
Jelang Pemilu, Netanyahu Ngotot Usir Warga Palestina dari Gaza
Donald Trump Raup Rp25...
Donald Trump Raup Rp25 Triliun dari Bisnis Kripto, Lampaui Pendapatan Properti yang Dibangun Puluhan Tahun
Dipicu Kudeta 2021,...
Dipicu Kudeta 2021, Perang Saudara Myanmar Renggut Lebih dari 100 Ribu Jiwa
Presiden Venezuela Terenyuh...
Presiden Venezuela Terenyuh Puluhan Negara Bantu Cari Korban Gempa, Nyaris 2.000 Orang Tewas
Rekomendasi
Kontroversi VAR! Kane...
Kontroversi VAR! Kane Gagal Dapat Penalti, Alan Shearer Naik Pitam
Maroko Jadi Sorotan...
Maroko Jadi Sorotan di Piala Dunia 2026, Ternyata Negeri Ini Melahirkan 6 Tarekat Besar Dunia
Wali Kota Agustina Dorong...
Wali Kota Agustina Dorong Gerakan Nasional Penyelamatan Heritage Kota Maritim
Berita Terkini
Tetangga Indonesia Ini...
Tetangga Indonesia Ini Beli Lagi 24 Rudal Canggih Hellfire AS, Harganya Rp401 Miliar
Helikopter Angkatan...
Helikopter Angkatan Laut AS Jatuh di Laut Arab, 1 Awak Hilang, Ditembak Iran?
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan...
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan Trump Bertambah Rp25 Triliun
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
Infografis
Amnesty Internasional...
Amnesty Internasional Tegaskan Israel Lakukan Genosida di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved