alexametrics

AS Tak Ikut Kandangkan Boeing 737 Max

loading...
AS Tak Ikut Kandangkan Boeing 737 Max
Regulator penerbangan AS mengatakan mereka tidak akan melarang pesawat Boeing 737 MAX untuk beroperasi, setelah kecelakaan di Ethiopia yang menewaskan 157 orang. Foto/Istiimewa
A+ A-
WASHINGTON - Regulator penerbangan Amerika Serikat (AS) mengatakan, mereka tidak akan melarang pesawat Boeing 737 MAX untuk beroperasi, setelah kecelakaan di Ethiopia yang menewaskan 157 orang. Langkah AS bertolak belakang dengan keputusan puluhan negara di seluruh dunia yang telah menangguhkan operasi pesawat jenis ini.

Penjabat administrator Administrasi Penerbangan Federal (FAA), Dan Elwell, mengatakan peninjauan yang dilakukan oleh FAA tidak menunjukkan masalah kinerja sistemik dan tidak memberikan dasar untuk melarang operasi pesawat.

Uni Eropa (UE) kemarin telah memutuskan untuk mengkandangkan Boeing 737 Max dan kemudian seorang senator AS yang memimpin panel yang mengawasi penerbangan menyarankan Washington mengambil tindakan serupa, setelah kecelakaan fatal pada hari Minggu, yang merupakan kecelakaan kedua sejak Oktober yang melibatkan pesawat jenis itu.



Namun Elwell, seperti dilansir Reuters pada Rabu (13/3), mengatakan tidak ada otoritas penerbangan sipil asing yang menyediakan data yang dapat menuntut AS untuk melakukan tindakan serupa.

"Jika ada masalah keamanan yang diidentifikasi selama peninjauan darurat yang sedang berlangsung atas kecelakaan Ethiopian Airlines, FAA akan mengambil tindakan segera dan sesuai," katanya.

Tiga maskapai AS menggunakan 737 MAX, yakni Southwest Airlines Co, American Airlines Group Inc dan United Airlines. Ketiga maskapai AS itu juga menegaskan mereka tidak akan mengkandangkan pesawat itu, meski adanya kekawatiran dari para calong penumpang mengenai keselamatan mereka.
(esn)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak