Israel Ubah Rafah Jadi Lautan Api dengan Bom Canggih AS, Ini Buktinya

Kamis, 30 Mei 2024 - 07:19 WIB
loading...
A A A
Lebih dari selusin bangunan mirip tenda juga terlihat di antara bangunan timah dan gudang PBB, yang berjarak sekitar 500 kaki, dalam gambar sebelum dan sesudah serangan.

Selama delapan bulan terakhir, ratusan ribu warga Palestina mencari perlindungan di Rafah ketika serangan Israel menghantam bagian utara Jalur Gaza. Kota ini dipenuhi oleh para pengungsi, yang mendirikan tenda-tenda di jalanan, di lahan kosong dan di bukit pasir dekat laut.

Tidak jelas berapa banyak orang yang masih berada di kamp pada hari Minggu ketika serangan Israel terjadi. Setelah Israel merebut perbatasan Rafah awal bulan ini, hampir 1 juta orang meninggalkan kota tersebut, karena takut akan serangan yang lebih luas.

Wes J Bryant, mantan profesional penargetan militer AS, mengatakan: “Bom berdiameter kecil sangat bagus untuk mitigasi kerusakan tambahan jika Anda tidak menjatuhkannya di dekat tenda bersama keluarga.”

Militer Israel telah menekankan bahwa serangan tersebut terjadi di luar “zona kemanusiaan” yang ditetapkan, namun Pasukan Pertahanan Israel (IDF) belum mengeluarkan perintah evakuasi untuk blok khusus di lingkungan Tal al-Sultan sebelum serangan tersebut.

“Ada sebuah perkemahan sipil dan warga sipil di dalamnya harus tetap dilindungi,” kata Bryant, seraya menambahkan bahwa militer AS memerlukan persetujuan komando senior untuk melakukan serangan terhadap kamp tersebut.

“Analisis kerusakan tambahan kami kemungkinan akan menempatkan warga sipil dalam radius dampak serangan, sehingga kemungkinan besar kami tidak akan menyerang di lokasi tersebut,” katanya lagi.

Seorang juru bicara militer Israel yang dihubungi pada Rabu mengatakan dia tidak bisa berkomentar lebih jauh mengenai amunisi yang digunakan atau tindakan apa yang diambil untuk mencegah jatuhnya korban sipil.

John Kirby, juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS, mengatakan pada hari Rabu bahwa Amerika Serikat tidak memiliki rincian lebih lanjut mengenai penyebab ledakan dan kebakaran berikutnya di Rafah.

Berbicara kepada wartawan pada konferensi virtual, Kirby mengatakan bahwa jika benar Israel menggunakan senjata berpemandu presisi, “hal ini tentu menunjukkan keinginan untuk lebih berhati-hati dan lebih tepat dalam menargetkan sasarannya.”

Sadeq mengatakan dia melihat pemandangan yang mengerikan setelah serangan tersebut, termasuk mayat hangus, roti berlumuran darah, dan seorang pria yang mencari kepala sepupunya. Dia memegang otak seorang gadis di satu tangan dan tas berisi bagian tubuh di tangan lainnya.

"Bau kematian ada di mana-mana,” katanya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dunia Tahu Israel Memiliki...
Dunia Tahu Israel Memiliki Senjata Nuklir, tapi Kenapa Diam Saja?
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
AS Curigai Zionis, Pentagon...
AS Curigai Zionis, Pentagon Naikkan Tingkat Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
Paus Leo Tegaskan Kriteria...
Paus Leo Tegaskan Kriteria untuk Perang yang Adil Tidak Ada dalam Serangan AS-Israel di Iran
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Laporan Media: AS Tekan...
Laporan Media: AS Tekan Oman untuk Putuskan Hubungan dengan Iran
Adik Kim Jong Un: Program...
Adik Kim Jong Un: Program Nuklir Korea Utara Tak Bisa Dinegosiasikan!
Rekomendasi
WhatsApp Menguji Fungsi...
WhatsApp Menguji Fungsi Fitur Lihat Sekali untuk Pesan
Kim Ji Yeon dan Park...
Kim Ji Yeon dan Park Seo Ham Adu Akting dalam Drama Fantasi Romantis Baru: Dive Into You
Hadiri Suroboyo 10K,...
Hadiri Suroboyo 10K, Wali Kota Agustina Siap Tampilkan Grand Finale Terbaik The Ultimate 10K Series 2026
Berita Terkini
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Dunia Tahu Israel Memiliki...
Dunia Tahu Israel Memiliki Senjata Nuklir, tapi Kenapa Diam Saja?
Mengapa Komunitas Internasional...
Mengapa Komunitas Internasional Tak Bisa Menghentikan Gazanisasi di Lebanon?
5 Alasan Iran Serang...
5 Alasan Iran Serang Bahrain dan Kuwait, Menekan AS Memenuhi Tuntutan Teheran
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved