AS-Jepang Akan Bangun Jaringan Satelit Pendeteksi Rudal
Rabu, 19 Agustus 2020 - 21:45 WIB
loading...
A
A
A
Militer AS dan Jepang terus mencermati perkembangan senjata hipersonik yang sedang berlangsung di China dan Rusia. Rudal ini sulit dicegat dengan satelit konvensional dan dapat berubah arah secara tidak terduga dan cepat.
Laporan Jepang tentang jaringan satelit muncul setelah Badan Pengembangan Luar Angkasa AS merilis rancangan permintaan proposal, mencari kontraktor untuk membangun delapan satelit dengan sensor inframerah untuk melacak senjata hipersonik, menurut C4ISRNET, publikasi teknologi militer online AS pada Mei. (Baca: Rusia Sukses Tes Tembak Rudal Hipersonik Zircon, AS Mulai Khawatir )
Ketegangan antara Jepang dan China telah meningkat di atas kapal China di Laut China Timur.
Kapal sipil telah terlihat di dekat Kepulauan Senkaku yang diklaim Jepang selama 111 hari berturut-turut pada tahun 2020, menurut Kyodo News pada hari Sabtu.
Pada 2019, Jepang mengungkapkan rencana untuk membangun unit peperangan elektronik sebagai pengawas terhadap manuver China di wilayah sengketa di Laut China Timur.
Laporan Jepang tentang jaringan satelit muncul setelah Badan Pengembangan Luar Angkasa AS merilis rancangan permintaan proposal, mencari kontraktor untuk membangun delapan satelit dengan sensor inframerah untuk melacak senjata hipersonik, menurut C4ISRNET, publikasi teknologi militer online AS pada Mei. (Baca: Rusia Sukses Tes Tembak Rudal Hipersonik Zircon, AS Mulai Khawatir )
Ketegangan antara Jepang dan China telah meningkat di atas kapal China di Laut China Timur.
Kapal sipil telah terlihat di dekat Kepulauan Senkaku yang diklaim Jepang selama 111 hari berturut-turut pada tahun 2020, menurut Kyodo News pada hari Sabtu.
Pada 2019, Jepang mengungkapkan rencana untuk membangun unit peperangan elektronik sebagai pengawas terhadap manuver China di wilayah sengketa di Laut China Timur.
(ber)
Lihat Juga :