Houthi Serang 3 Kapal AS dan Israel di Laut Merah dan Samudera Hindia

Selasa, 28 Mei 2024 - 13:15 WIB
loading...
Houthi Serang 3 Kapal...
Kapal kargo MSC Michaela yang diklaim Houthi telah diserang. Foto/Paul Sullivan
A A A
SANAA - Gerakan pejuang Ansarallah Yaman atau Houthi, menyerang tiga kapal dagang Amerika Serikat dan Israel, serta dua kapal perusak AS, di Samudera Hindia dan Laut Merah.

Kabar terbaru itu diungkap juru bicara militer Houthi Yahya Saree pada Selasa (28/5/2024).

“Angkatan laut dan rudal angkatan bersenjata Yaman melakukan tiga operasi gabungan. Yang pertama melawan kapal AS Larego Desert di Samudera Hindia, yang kedua melawan kapal Israel MSC MICHAELA di Samudera Hindia, dan yang ketiga melawan MINERVA LISA di Merah Laut karena melanggar larangan memasuki pelabuhan Palestina yang diduduki,” tegas Saree kepada penyiar Almasirah.

Dia menambahkan gerakan tersebut menggunakan drone yang “berhasil menyerang” kapal perusak AS di Laut Merah.

Houthi bersumpah pada November 2023 untuk menyerang kapal mana pun yang terkait dengan Israel sampai rezim kolonial Zionis menghentikan aksi militer di Jalur Gaza.

Serangan tersebut mendorong AS untuk membentuk koalisi multinasional, yang antara lain mencakup Inggris, untuk melindungi pelayaran di kawasan Laut Merah, serta menyerang sasaran Houthi di darat.

Israel hingga saat ini telah membunuh lebih dari 36.000 warga Palestina di Gaza yang sebagian besar wanita dan anak-anak.

AS, Inggris dan Jerman menjadi pemasok persenjataan yang digunakan Israel untuk membantai warga Palestina.

Baca juga: Para Pemimpin Dunia Murka Israel Ubah Rafah Jadi Lautan Api
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, Wapres Amerika Berbalik Kecam Israel
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
8 Fakta Eton College,...
8 Fakta Eton College, Sekolah Elite Pilihan Pangeran George yang Biayanya Rp1,4 Miliar!
Rekomendasi
Republik Ceko vs Afrika...
Republik Ceko vs Afrika Selatan 1-1: Peluang Lolos ke Fase Gugur Kian Menipis
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
TMCR 2026 Ajak Warga...
TMCR 2026 Ajak Warga Jelajahi Jakarta Jelang Usia 500 Tahun
Berita Terkini
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, Wapres Amerika Berbalik Kecam Israel
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved