Setelah Keputusan ICJ, Warga Palestina Ingin Dunia Bertindak, Bukan Kata-kata

Sabtu, 25 Mei 2024 - 08:56 WIB
loading...
Setelah Keputusan ICJ,...
Warga Palestina menunggu untuk mengungsi pada 7 Mei 2024 di Rafah, Jalur Gaza selatan. Foto/Hatem Khaled/REUTERS
A A A
RAFAH - Dipaksa meninggalkan rumahnya akibat serangan Israel di Gaza yang telah berlangsung selama tujuh bulan, Salwa Al-Masri, tidak mempunyai harapan besar bahwa penderitaannya akan teratasi dengan keputusan Mahkamah Internasional (ICJ) yang memerintahkan Israel menghentikan serangannya di Rafah.

“Pembantaian semakin meningkat,” ujar dia, sambil memasak makanan di atas api terbuka di luar tenda di Deir Al-Balah.

“Mereka tidak boleh mengatakan satu hal, padahal tindakannya berbeda,” ungkap Masri, yang meninggalkan rumahnya di Gaza utara pada awal perang.

Dia menegaskan, “Kami ingin keputusan ini diterapkan di lapangan.”

Para hakim di Pengadilan Dunia, yang juga dikenal sebagai ICJ, memerintahkan Israel pada hari Jumat (24/5/2024) untuk menghentikan serangannya di Provinsi Rafah.

Keputusan ini menandai keputusan darurat penting atas kasus yang diajukan Afrika Selatan yang menuduh Israel melakukan genosida dalam serangannya di Jalur Gaza.

Namun Pengadilan Dunia tidak mempunyai sarana melaksanakan perintahnya, dan menteri kabinet perang Israel, Benny Gantz, mengatakan Israel akan melanjutkan perang melawan kelompok Hamas untuk memulangkan sandera dan menjamin keamanannya.

Baca juga: Mahkamah Internasional Perintahkan Israel Hentikan Operasi Militer di Rafah

Setelah penjajahan Israel sejak 1948, pejuang Hamas menyerang wilayah Zionis hingga menewaskan 1.200 orang di Israel dalam serangan tanggal 7 Oktober dan menculik sekitar 250 orang lainnya.

Israel kemudian membantai lebih dari 35.000 warga Palestina yang sebagian besar wanita dan anak-anak.

Israel menolak tuduhan Afrika Selatan bahwa mereka melakukan genosida terhadap warga Palestina dalam perang Gaza, dengan alasan mereka bertindak membela diri dan melawan Hamas.

“Israel tidak peduli dengan dunia; tindakan ini seolah-olah berada di atas hukum karena pemerintah Amerika Serikat (AS) melindungi mereka dari hukuman,” ungkap Shaban Abdel-Raouf, warga Palestina yang empat kali mengungsi akibat serangan Israel.

“Dunia belum siap menghentikan pembantaian kami di tangan Israel,” tutur Abdel-Raouf, yang dihubungi melalui telepon.

Israel mulai melakukan serangan ke Rafah awal bulan ini, dengan mengatakan mereka bertujuan memusnahkan sisa pejuang Hamas yang bersembunyi di sana.

Serangan Israel secara serentak di wilayah utara dan selatan Gaza bulan ini telah menyebabkan eksodus baru ratusan ribu warga Palestina meninggalkan rumah mereka, dan memutus jalur akses utama bantuan, sehingga meningkatkan bencana kelaparan.

Pengacara Afrika Selatan pekan lalu meminta ICJ menerapkan tindakan darurat, dengan mengatakan serangan Israel terhadap Rafah harus dihentikan untuk menjamin kelangsungan hidup rakyat Palestina.

Hamas mengatakan pihaknya menyambut baik keputusan ICJ namun mengatakan, “Hal itu tidak cukup karena agresi pendudukan di Jalur Gaza dan khususnya di Gaza utara sama brutal dan berbahayanya.”

“Warga Palestina memerlukan penghentian segera perang dan mereka ingin melihat tindakan untuk mencapai hal tersebut,” tegas Nabil Diab, seorang pengungsi Palestina.

“Kami tidak membutuhkan deklarasi,” pungkas dia.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
Hamas Peringatkan Israel...
Hamas Peringatkan Israel Perluas Garis Kuning Gaza untuk Gagalkan Perundingan Gencatan Senjata
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Dewan Pers Minta Pemerintah...
Dewan Pers Minta Pemerintah Tempuh Jalur Diplomatik Bebaskan Jurnalis yang Ditangkap Israel
AS dan Iran Setujui...
AS dan Iran Setujui Kesepakatan untuk Akhiri Perang di Timur Tengah, Ini Isinya
AS-Iran Lanjutkan Negosiasi...
AS-Iran Lanjutkan Negosiasi setelah Penandatanganan MoU, Bahas Program Rudal dan Nuklir
Rekomendasi
Mengapa Pemain Spanyol...
Mengapa Pemain Spanyol Tidak Menyanyikan Lagu Kebangsaan di Piala Dunia 2026?
SPMB Banten 2026 Jenjang...
SPMB Banten 2026 Jenjang SMK Dibuka Hari Ini, Berikut Cara Daftarnya
KPU Kaji Penerapan E-Voting...
KPU Kaji Penerapan E-Voting untuk Pemilu di Luar Negeri, Ini Alasannya
Berita Terkini
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
4 Keuntungan Besar Iran...
4 Keuntungan Besar Iran dalam Perjanjian Damai dengan AS, dari Kompensasi hingga Program Nuklir
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
Ini Alasan Trump Puji...
Ini Alasan Trump Puji Putin dan Xi Jinping atas Kesepakatan Damai AS-Iran
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved