Menteri Israel Ini Ancam mundur Jika Tidak Ada Rencana Pascaperang di Gaza
Minggu, 19 Mei 2024 - 16:30 WIB
loading...
A
A
A
“Pertimbangan pribadi dan politik sudah mulai merambah keamanan nasional Israel,” kata Gantz, dilansir The New Arab. “Sekelompok kecil orang telah merebut jembatan kapal Israel dan mengemudikannya menuju perairan dangkal berbatu tersebut.”
Gantz mengatakan rencana enam poin yang diusulkannya akan mencakup penerapan sistem administrasi sipil sementara AS-Eropa-Arab-Palestina di Gaza sementara Israel mempertahankan kendali keamanan.
Perjanjian ini juga akan memberikan layanan nasional yang adil bagi semua warga Israel, termasuk Yahudi ultra-Ortodoks, yang kini dikecualikan dari wajib militer dan dua partai dalam koalisi Netanyahu bertekad untuk mempertahankan pengecualian tersebut.
Netanyahu juga berada di bawah tekanan dari Washington untuk segera mengakhiri konflik dan menghindari terperosok dalam kampanye pemberantasan pemberontakan yang berkepanjangan.
Washington sebelumnya menyerukan bentuk “revitalisasi” Otoritas Palestina untuk memerintah Gaza setelah perang.
Namun Netanyahu menolak peran apa pun yang dilakukan PA di Gaza pascaperang, dengan mengatakan pada hari Kamis bahwa PA “mendukung teror, mendidik teror, dan mendanai teror”.
Gantz mengatakan rencana enam poin yang diusulkannya akan mencakup penerapan sistem administrasi sipil sementara AS-Eropa-Arab-Palestina di Gaza sementara Israel mempertahankan kendali keamanan.
Perjanjian ini juga akan memberikan layanan nasional yang adil bagi semua warga Israel, termasuk Yahudi ultra-Ortodoks, yang kini dikecualikan dari wajib militer dan dua partai dalam koalisi Netanyahu bertekad untuk mempertahankan pengecualian tersebut.
Netanyahu juga berada di bawah tekanan dari Washington untuk segera mengakhiri konflik dan menghindari terperosok dalam kampanye pemberantasan pemberontakan yang berkepanjangan.
Washington sebelumnya menyerukan bentuk “revitalisasi” Otoritas Palestina untuk memerintah Gaza setelah perang.
Namun Netanyahu menolak peran apa pun yang dilakukan PA di Gaza pascaperang, dengan mengatakan pada hari Kamis bahwa PA “mendukung teror, mendidik teror, dan mendanai teror”.
Lihat Juga :