KTT Timur Tengah di Polandia Buat Netanyahu Semringah

Jum'at, 15 Februari 2019 - 08:21 WIB
KTT Timur Tengah di...
KTT Timur Tengah di Polandia Buat Netanyahu Semringah
A A A
WARSAWA - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memuji pertemuan bersejarah di Warsawa, Polandia , di mana ia dapat bergabung dengan negara-negara Arab. Ia lantas mengatakan mereka bersatu melawan Iran dan menyuarakan harapan bahwa kerja sama itu akan meluas ke bidang lainnya.

Netanyahu mengatakan makan malam pembukaan pada Rabu malam dalam konferensi dua hari yang diselenggarakan Amerika Serikat (AS) menandai titik balik historis.

"Di sebuah ruangan yang terdiri dari 60 menteri luar negeri yang mewakili puluhan pemerintah, seorang perdana menteri Israel dan menteri luar negeri dari negara-negara Arab terkemuka berdiri bersama dan berbicara dengan kekuatan, penjelasan, dan persatuan yang tidak biasa terhadap ancaman bersama rezim Iran," tuturnya.

"Saya pikir ini menandai perubahan dan pemahaman penting tentang apa yang mengancam masa depan kita, apa yang perlu kita lakukan untuk mengamankannya, dan kemungkinan kerja sama akan melampaui keamanan di setiap bidang kehidupan," imbuhnya seperti dikutip dari AFP, Jumat (15/2/2019).

Pada makan malam pembukaan di Royal Castle Warsawa, para pejabat mengatakan bahwa Netanyahu berbicara di meja yang sama dengan pejabat senior Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Bahrain. Negara-negara itu tidak ada yang memiliki hubungan dengan Israel tetapi semuanya memiliki sikap hawkish Netanyahu tentang Iran .

Israel hanya memiliki hubungan diplomatik dengan dua negara Arab, yaitu negara tetangga Mesir dan Yordania.

Netanyahu juga bertemu dengan Menteri Luar Negeri Yusuf bin Alawi bin Abdullah dari Oman, di mana ia melakukan perjalanan akhir tahun lalu. Oman telah berusaha membangun hubungan persahabatan dengan semua pemain regional termasuk Iran.

Wakil Presiden AS Mike Pence dan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo sama-sama menghadiri konferensi yang diselenggarakan bersama dengan Polandia, yang menginginkan hubungan kuat dengan Washington dalam menghadapi ancaman Rusia.

Tetapi sebagian besar kekuatan Eropa mengirimkan perwakilan tingkat rendah, waspada terhadap garis hawkish Presiden Donald Trump terhadap Iran. Trump sebelumnya telah menarik AS dari perjanjian internasional tentang pembatasan program nuklir Teheran.
(ian)
Berita Terkait
Menurut Presiden Iran,...
Menurut Presiden Iran, Amerika Serikat Bersalah dalam Serangan Israel di Gaza
Seberapa Penting Timur...
Seberapa Penting Timur Tengah bagi Amerika Serikat?
Amerika Serikat dan...
Amerika Serikat dan Israel Digempur Serangan DDoS
5 Negara Sekutu Terkuat...
5 Negara Sekutu Terkuat Israel, dari Amerika Serikat hingga Polandia
Latihan Perang Rahasia,...
Latihan Perang Rahasia, Pesawat Tempur Israel dan Amerika Terbang di Atas Iran
Polandia akan Perluas...
Polandia akan Perluas Pangkalan Udara Amerika Serikat
Berita Terkini
Dengan Tulus, Putin...
Dengan Tulus, Putin Ucapkan Terima Kasih kepada Tentara Korea Utara yang Membantu Merebut Kursk
32 menit yang lalu
Meski Digaji Rp37 Juta,...
Meski Digaji Rp37 Juta, Tentara Israel Mengaku Dieksploitasi dan Risikonya Sangat Berat
3 jam yang lalu
Spanyol dan Portugal...
Spanyol dan Portugal Lumpuh, Kereta Api Macet, Transaksi Hanya dengan Uang Tunai
4 jam yang lalu
Putin Umumkan Gencatan...
Putin Umumkan Gencatan Senjata 3 Hari untuk Perayaan Kemenangan Perang Dunia II
5 jam yang lalu
Pendaki Asal China Mendaki...
Pendaki Asal China Mendaki Gunung Fuji hanya untuk Mencari Ponselnya yang Hilang
6 jam yang lalu
Akibat Ulah Trump, Rakyat...
Akibat Ulah Trump, Rakyat AS Kini Bergantung pada Paylater untuk Belanja Sembako
7 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Penghasil...
10 Negara Penghasil Emas Terbesar di Dunia, Termasuk Indonesia
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved