Ukraina Pecat Jenderal Kepala Pasukan Rudal Ketika Serangan Rusia Menggila

Kamis, 16 Mei 2024 - 09:20 WIB
loading...
Ukraina Pecat Jenderal...
Brigadir Jenderal Serhii Baranov dipecat dari jabatannya sebagai Kepala Pasukan Rudal, Artileri, dan UAV Ukraina. Foto/Serhii Baranov/Facebook
A A A
KYIV - Menteri Pertahanan Ukraina Rustem Umerov memecat Brigadir Jenderal Serhii Baranov dari jabatannya sebagai Kepala Pasukan Rudal, Artileri, dan Kendaraan Udara Tak Berawak (UAV).

Pemecatan itu terjadi justru saat Rusia mengintensifkan serangan rudal ke wilayah Ukraina, terutama di Kharkiv.

Pasukan Rudal, Artileri, dan UAV adalah bagian dari Angkatan Bersenjata Ukraina yang berspesialisasi dalam perencanaan strategis.

Divisi itu berpartisipasi dalam operasi tempur dengan menggunakan rudal, howitzer, meriam, mortir, artileri jet-propelled dan anti-tank, serta drone.

Baca Juga: Sosok PM Slovakia yang Diberondong Tembakan: Pemimpin Negara NATO tapi Kawan Rusia

"Inilah saatnya saya harus mengucapkan, 'terima kasih', namun kami tidak mengucapkan selamat tinggal! Atas perintah Menteri Pertahanan Ukraina, saya ditugaskan pada bidang kegiatan yang sama pentingnya dan bertanggung jawab," tulis Baranov, seperti dikutip Kyiv Independent, Kamis (16/5/2024).

Jenderal itu tidak merinci posisi baru apa yang akan ditempatinya.

Kepala Pasukan Rudal, Artileri, dan UAV yang baru juga belum diumumkan.

Baranov telah memimpin Pasukan Rudal, Artileri, dan UAV sejak tahun 2023. Pada tahun yang sama, Presiden Volodymyr Zelensky mempromosikannya menjadi brigadir jenderal.

Baranov sebelumnya menjabat sebagai Kepala Brigade Infanteri Terpisah ke-57 pada tahun 2019 dan menjadi wakil komandan Brigade Mekanik Terpisah ke-93 "Kholodnyi Yar" pada tahun 2017.

Baranov juga mengambil bagian dalam pertempuran untuk Bandara Donetsk dan pertempuran kota Debaltsevo di Oblast Donetsk pada awal invasi Rusia ke Ukraina pada tahun 2014.

Awal tahun ini, Zelensky merombak komando militer Ukraina, memecat Panglima Militer Jenderal Valerii Zaluzhnyi pada bulan Februari.

Pada bulan April, lebih banyak perubahan dalam komando militer tingkat tinggi diumumkan, termasuk penunjukan baru di Komando Operasional Selatan, Timur, dan Barat.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 3 Tewas Tertimpa Reruntuhan, Pemerintah Tetapkan Status Darurat
Dobrak Tradisi, Raja...
Dobrak Tradisi, Raja Charles Ungkap Bayar Tagihan Pajak Rp306 Miliar Setahun
Rekomendasi
Doa-doa Bakda Ashar...
Doa-doa Bakda Ashar di Hari Jumat, Jangan Lupa Amalkan!
Dasco Undang Serikat...
Dasco Undang Serikat Buruh dan Pemerintah Bahas Ancaman PHK
Bangun Ketahanan Pangan,...
Bangun Ketahanan Pangan, Kakanwil Ditjenpas Jakarta Panen Telur Ayam di Lapas Salemba
Berita Terkini
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Awas, Virus Ebola Sudah...
Awas, Virus Ebola Sudah Masuk Prancis, Dibawa Seorang Dokter
Viral! Kebun Binatang...
Viral! Kebun Binatang China Cari Pemeran Beruang Hitam, Gajinya Rp263,6 Juta
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
Malaysia Tuntut Kompensasi...
Malaysia Tuntut Kompensasi Rp4,6 Triliun setelah Batal Dapatkan Rudal Canggih NSM Norwegia
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Infografis
Spesifikasi Sistem Rudal...
Spesifikasi Sistem Rudal Patriot yang Dikirim AS ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved