Presiden Kolombia Minta ICC Keluarkan Surat Perintah Penangkapan untuk PM Israel

Minggu, 12 Mei 2024 - 06:40 WIB
loading...
Presiden Kolombia Minta...
Presiden Kolombia Gustavo Petro minta ICC keluarkan surat perintah penangkapan untuk PM Israel Benjamin Netanyahu atas tuduhan genosida di Gaza, Palestina. Foto/REUTERS
A A A
BOGOTA - Presiden Kolombia Gustavo Petro meminta Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu atas tuduhan genosida di Gaza, Palestina.

“Netanyahu tidak akan menghentikan genosida,” tulis Petro di X. “Itu menyiratkan surat perintah penangkapan internasional dari Pengadilan Kriminal Internasional,” lanjut dia pada Jumat, seperti dikutip dari Russia Today, Minggu (12/5/2024).

Petro menyarankan agar Dewan Keamanan PBB mempertimbangkan pembentukan pasukan penjaga perdamaian di wilayah Gaza.

Seruan presiden Kolombia kepada ICC muncul setelah kabinet perang Israel menyetujui apa yang mereka sebut “perluasan terukur” operasi militer di Rafah pada hari Jumat.

PM Netanyahu kemudian berjanji untuk terus melanjutkan serangan ke Rafah meskipun ada ancaman dari sekutu utamanya; Amerika Serikat (AS), untuk membatasi bantuan militer ke Zionis.

Baca Juga: Daftar 124 Negara Anggota ICC yang Bisa Tangkap PM Israel Benjamin Netanyahu

Rafah merupakan pusat populasi besar terakhir di wilayah Gaza yang masih belum berada di bawah kendali Israel. Ratusan ribu pengungsi Palestina telah berlindung di sana dalam beberapa bulan terakhir.

Awal pekan ini, Israel membombardir kota tersebut dan mengirim pasukan serta puluhan tank ke distrik timur dalam apa yang mereka gambarkan sebagai “operasi terbatas”.

Beberapa media AS melaporkan bulan lalu bahwa ICC dapat menuntut Netanyahu dan beberapa pejabat tinggi Israel lainnya dengan kejahatan perang terkait perang di Gaza.

Menurut situs berita Axios, Netanyahu telah meminta Presiden AS Joe Biden untuk menghentikan ICC mengejarnya, bersama dengan Menteri Pertahanan Yoav Gallant dan Kepala Staf IDF Herzi Halevi.

Para anggota Parlemen AS dari Partai Republik dan Partai Demokrat telah memperingatkan ICC mengenai konsekuensi jika mereka mengejar para pejabat Israel. Sekelompok anggota Parlemen dari Partai Republik bahkan sedang merancang sanksi terhadap para pejabat ICC dan keluarganya.

Israel melancarkan operasi militer terhadap Hamas di Gaza menyusul serangan mematikan kelompok Hamas pada tanggal 7 Oktober. Menurut rezim Zionis, serangan itu memakan korban jiwa lebih dari 1.200 orang dan ratusan lainnya disandera.

Sejak itu, Israel meluncurkan invasi brutal ke Gaza. Menurut otoritas kesehatan Gaza, invasi tanpa pandang bulu militer Zionis mengakibatkan kematian sekitar 35.000 warga Palestina, sebagian besar warga sipil.

Pada bulan Januari, Pengadilan Internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa (ICJ) mengatakan dalam keputusannya mengatakan “masuk akal” bahwa militer Israel telah melakukan genosida di wilayah kantong Palestina yang berpenduduk padat tersebut.

Reaksi Netanyahu


Sementara itu, PM Netanyahu mengecam Presiden Kolombia Gustavo Petro terkati seruannya kepada ICC untuk mengeluarkan surat perintah penangkapan.

Netanyahu menyebut Petro sebagai "pendukung anti-Semit Hamas", karena Bogota terus menegaskan kembali pendiriannya mengutuk serangan Israel di Gaza.

Petro mengumumkan pada awal Mei lalu bahwa Kolombia memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel karena perang brutal tujuh bulan di wilayah Gaza yang hancur.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Iran: Sifat Dasar AS...
Iran: Sifat Dasar AS Adalah Mengingkari Janji!
Ancaman Nyata Zionis...
Ancaman Nyata Zionis Bukan Iran, Industri Militer Israel Berlomba Melawan Drone Hizbullah
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
Burkina Faso Putuskan...
Burkina Faso Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Prancis
Viral! Pesawat Boeing...
Viral! Pesawat Boeing 777-200 Qatar Airways Terbang Sangat Rendah, ternyata...
Rekomendasi
AI Analytics-Trade Flow...
AI Analytics-Trade Flow Siapkan Keputusan Investasi buat Pemula
Mahasiswa ITS Kembangkan...
Mahasiswa ITS Kembangkan Nanopestisida yang Tahan Hujan dan Paparan Sinar UV
Implementasi B50 Perkuat...
Implementasi B50 Perkuat Ketahanan Energi dan Tingkatkan Nilai Tambah Sawit
Berita Terkini
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Infografis
India Gunakan S-400...
India Gunakan S-400 Rusia dan Drone Israel untuk Lawan Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved