Rusia Tak Perang Habis-habisan dengan NATO, tapi Bisa Menghancurkannya dari Dalam

Kamis, 02 Mei 2024 - 15:15 WIB
loading...
A A A
Meskipun para pemimpin negara-negara Barat merencanakan siklus pemilu yang berlangsung sekitar empat tahun, Putin adalah pemimpin otoriter yang tidak memiliki penantang serius terhadap kekuasaannya. Itu berarti dia bisa melihat beberapa dekade ke depan.

“Saat ini, dia tidak menginginkan konfrontasi langsung dengan NATO,” kata Ingram.

“Tetapi dia berpikir dengan cara yang berbeda dan merencanakan dengan cara yang berbeda dengan yang kita lakukan di Barat, dan juga dengan cara yang dilakukan negara-negara NATO.”

“Jadi, ambisinya untuk berkembang bukanlah menyerang NATO dan negara-negara NATO tahun depan. Tapi dia akan menetapkan syarat agar bisa melakukannya,” kata Ingram.

Analis seperti Ingram percaya bahwa Putin menyadari bahwa menyerang NATO saat ini akan menimbulkan dampak yang sangat besar dan berat bagi Rusia.

Sebaliknya, Putin akan berusaha melemahkan NATO dari dalam untuk menciptakan titik lemah yang bisa dia serang di masa depan jika dia mau.

Untuk melakukan hal ini, Putin kemungkinan akan mengintensifkan apa yang disebut “perang hibrida” Rusia terhadap negara-negara NATO.

Seperti yang dikatakan NATO, peperangan hibrida “sering terjadi di zona abu-abu di bawah ambang batas perang konvensional.”

“Instrumen atau peralatan yang digunakan dan digabungkan untuk melancarkan peperangan hibrida sering kali sulit untuk dibedakan, diatribusikan, dan dikuatkan," kata aliansi tersebut.

Hal ini dapat mencakup penyebaran teori konspirasi dan disinformasi, mendukung partai-partai ekstremis di negara-negara tertentu, memicu ancaman teror, dan melancarkan serangan siber untuk melemahkan fondasi masyarakat Barat.

“Ancaman yang ditimbulkan oleh Rusia terhadap NATO tidak mungkin berupa invasi, namun kemungkinan besar datang dari serangkaian ancaman militer dan non-militer lainnya--yang sering disebut ancaman hibrida,” kata Ruth Deyermond, pakar militer Rusia di King's College London kepada Business Insider.

Tujuan utamanya adalah untuk menjauhkan AS dari komitmennya membela sekutu-sekutunya di Eropa, baik dengan berharap AS terlibat dalam kampanye militer yang memakan banyak biaya di tempat lain, atau bosan dengan proyek NATO.

“Oleh karena itu, saya perkirakan kita akan melihat Rusia menggunakan semua trik dan kemampuannya untuk melemahkan persatuan Barat di tahun-tahun mendatang,” kata Bryden Spurling, analis RAND Corporation, kepada Business Insider.


Perang Rahasia Sedang Berlangsung


Rusia, menurut beberapa pihak, sudah terlibat dalam perang dengan NATO, meski secara sembunyi-sembunyi.

Beberapa hari yang lalu, sekelompok pria di Inggris dituduh melakukan serangan pembakaran terhadap bisnis yang terkait dengan Ukraina atas nama intelijen Rusia. Ini hanyalah salah satu contoh taktik “perang hibrida”.

Dalam beberapa bulan terakhir, Rusia juga dituduh berada di balik pengacauan sistem navigasi pesawat GPS di Eropa utara dan Baltik, yang diklaim beberapa orang sebagai bagian dari serangan “perang hibrida”.

Robert Dover, seorang profesor keamanan internasional di Universitas Hull di Inggris, mengatakan pertanyaan apakah Rusia akan menyerang NATO sudah menjadi pertanyaan yang basi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Telah Teken Nota...
Trump Telah Teken Nota Kesepahaman AS-Iran, Ini Rincian 14 Poinnya
Langka, Trump Bela Hak...
Langka, Trump Bela Hak Iran Memiliki Rudal Balistik
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Swiss Gelar Referendum...
Swiss Gelar Referendum untuk Batasi Populasi hingga 10 Juta Jiwa
Restoran Pizza Hut Dijual...
Restoran Pizza Hut Dijual Rp47,8 Triliun, Ini Pemilik Barunya
Rekomendasi
Ronaldo: Sudah Saatnya...
Ronaldo: Sudah Saatnya Dunia Mengakui Lionel Messi yang Terhebat
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
Berita Terkini
Trump Telah Teken Nota...
Trump Telah Teken Nota Kesepahaman AS-Iran, Ini Rincian 14 Poinnya
Langka, Trump Bela Hak...
Langka, Trump Bela Hak Iran Memiliki Rudal Balistik
Serangan Israel ke Lebanon...
Serangan Israel ke Lebanon Bisa Gagalkan Perdamaian AS dan Iran, Ini 3 Alasannya
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
Infografis
Negara NATO Ini Klaim...
Negara NATO Ini Klaim akan Diinvasi Rusia dalam Beberapa Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved