Terinspirasi di AS, Demo Pro-Palestina Menyebar di Kampus-kampus Yordania
Kamis, 02 Mei 2024 - 09:16 WIB
loading...
A
A
A
Sebelumnya, akademisi Yordania mengeluarkan pernyataan solidaritas terhadap mahasiswa dan akademisi di universitas-universitas Amerika, yang ditandatangani oleh lebih dari 100 pengajar.
“Kami berdiri dengan seluruh pemikiran dan literatur penelitian kami untuk memenuhi tuntutan akademisi dan mahasiswa. Kami berdiri dalam perjuangan melawan ketidakadilan global yang merampas hak masyarakat untuk menentukan nasib sendiri. Ketidakadilan ini harus diakhiri, dan hati nurani global harus kembali untuk bisa menghalangi agresor dan mendukung kaum tertindas,” bunyi surat mereka.
“Hari ini kami juga menentang penindasan terhadap akademisi di universitas-universitas Barat dengan dasar pemikiran bahwa kebebasan berekspresi adalah hak asasi manusia, dan kami menentang genosida, pengungsian, dan ketidakadilan yang dialami rakyat Palestina”, kata akademisi terkemuka, Profesor Dr kata Youssef Rababa'a, kepada New Arab.
“Akademisi di kawasan Arab terlambat mendukung gerakan pro-Gaza sementara gerakan di Amerika mengalami kemajuan, antara lain karena berubahnya opini generasi muda di Amerika mengenai isu Palestina,” imbuhnya.
Dalam beberapa bulan terakhir, universitas-universitas Yordania telah mengeluarkan keputusan untuk memberhentikan sejumlah mahasiswanya dan memperingatkan mahasiswa lain atas partisipasi mereka dalam acara-acara pro-Palestina.
“Di antara alasan-alasan yang berkontribusi terhadap tidak adanya gerakan mahasiswa adalah sistem disipliner di universitas-universitas yang berlaku pada tahun sembilan puluhan yang menghukum mahasiswa yang melakukan aktivitas politik di dalam universitas,” kata Fakher Daas, koordinator Kampanye Dabahtona (kampanye mahasiswa untuk membela hak-hak mahasiswa).
“Pemuda Yordania menjadi andalan sehari-hari di sekitar kedutaan pendudukan meskipun tidak ada gerakan mahasiswa di universitas”, imbuh dia.
“Kami berdiri dengan seluruh pemikiran dan literatur penelitian kami untuk memenuhi tuntutan akademisi dan mahasiswa. Kami berdiri dalam perjuangan melawan ketidakadilan global yang merampas hak masyarakat untuk menentukan nasib sendiri. Ketidakadilan ini harus diakhiri, dan hati nurani global harus kembali untuk bisa menghalangi agresor dan mendukung kaum tertindas,” bunyi surat mereka.
“Hari ini kami juga menentang penindasan terhadap akademisi di universitas-universitas Barat dengan dasar pemikiran bahwa kebebasan berekspresi adalah hak asasi manusia, dan kami menentang genosida, pengungsian, dan ketidakadilan yang dialami rakyat Palestina”, kata akademisi terkemuka, Profesor Dr kata Youssef Rababa'a, kepada New Arab.
“Akademisi di kawasan Arab terlambat mendukung gerakan pro-Gaza sementara gerakan di Amerika mengalami kemajuan, antara lain karena berubahnya opini generasi muda di Amerika mengenai isu Palestina,” imbuhnya.
Protes Kampus vs Pemerintah Yordania
Dalam beberapa bulan terakhir, universitas-universitas Yordania telah mengeluarkan keputusan untuk memberhentikan sejumlah mahasiswanya dan memperingatkan mahasiswa lain atas partisipasi mereka dalam acara-acara pro-Palestina.
“Di antara alasan-alasan yang berkontribusi terhadap tidak adanya gerakan mahasiswa adalah sistem disipliner di universitas-universitas yang berlaku pada tahun sembilan puluhan yang menghukum mahasiswa yang melakukan aktivitas politik di dalam universitas,” kata Fakher Daas, koordinator Kampanye Dabahtona (kampanye mahasiswa untuk membela hak-hak mahasiswa).
“Pemuda Yordania menjadi andalan sehari-hari di sekitar kedutaan pendudukan meskipun tidak ada gerakan mahasiswa di universitas”, imbuh dia.
(mas)
Lihat Juga :