Kolombia Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Israel karena Genosida Gaza
Kamis, 02 Mei 2024 - 08:32 WIB
loading...
A
A
A
“Jika Palestina mati, maka umat manusia pun mati,” katanya yang disambut tepuk tangan meriah dari massa, beberapa di antaranya mengibarkan spanduk pro-Palestina.
Israel menanggapinya dengan menggambarkan Petro sebagai orang yang "anti-Semit dan penuh kebencian" dan mengatakan sikapnya sama saja dengan memberikan hadiah kepada Hamas.
“Presiden Kolombia telah berjanji untuk memberi penghargaan kepada para pembunuh dan pemerkosa Hamas—dan hari ini dia mewujudkannya,” kata Menteri Luar Negeri Israel, Israel Katz, di X.
“Sejarah akan mengingat bahwa Gustavo Petro memutuskan untuk membela monster paling keji yang pernah dikenal umat manusia, yang membakar bayi, membunuh anak-anak, memperkosa wanita, dan menculik warga sipil tak berdosa,” ujar Katz.
Pada bulan Oktober, beberapa hari setelah dimulainya perang, Israel mengumumkan bahwa mereka menghentikan ekspor keamanan ke Kolombia setelah Petro menuduh Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant menggunakan bahasa yang mirip dengan apa yang dikatakan Nazi tentang orang Yahudi perihal rakyat Gaza.
Israel pada saat itu menuduh Petro menyatakan dukungan terhadap kekejaman yang dilakukan oleh Hamas dan memicu anti-Semitisme. Pemerintah Zionis akhirnya memanggil duta besar Kolombia.
Bogota kemudian meminta utusan Israel meninggalkan negara Amerika Selatan tersebut.
Petro, presiden sayap kiri pertama Kolombia, juga menegaskan: "Masyarakat demokratis tidak bisa membiarkan Nazisme kembali berkuasa dalam politik internasional."
Israel menanggapinya dengan menggambarkan Petro sebagai orang yang "anti-Semit dan penuh kebencian" dan mengatakan sikapnya sama saja dengan memberikan hadiah kepada Hamas.
“Presiden Kolombia telah berjanji untuk memberi penghargaan kepada para pembunuh dan pemerkosa Hamas—dan hari ini dia mewujudkannya,” kata Menteri Luar Negeri Israel, Israel Katz, di X.
“Sejarah akan mengingat bahwa Gustavo Petro memutuskan untuk membela monster paling keji yang pernah dikenal umat manusia, yang membakar bayi, membunuh anak-anak, memperkosa wanita, dan menculik warga sipil tak berdosa,” ujar Katz.
Pada bulan Oktober, beberapa hari setelah dimulainya perang, Israel mengumumkan bahwa mereka menghentikan ekspor keamanan ke Kolombia setelah Petro menuduh Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant menggunakan bahasa yang mirip dengan apa yang dikatakan Nazi tentang orang Yahudi perihal rakyat Gaza.
Israel pada saat itu menuduh Petro menyatakan dukungan terhadap kekejaman yang dilakukan oleh Hamas dan memicu anti-Semitisme. Pemerintah Zionis akhirnya memanggil duta besar Kolombia.
Bogota kemudian meminta utusan Israel meninggalkan negara Amerika Selatan tersebut.
Petro, presiden sayap kiri pertama Kolombia, juga menegaskan: "Masyarakat demokratis tidak bisa membiarkan Nazisme kembali berkuasa dalam politik internasional."
Lihat Juga :