Kolombia Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Israel karena Genosida Gaza
Kamis, 02 Mei 2024 - 08:32 WIB
loading...
A
A
A
Pada bulan Februari, dia menangguhkan pembelian senjata Israel setelah puluhan orang tewas dalam perebutan bantuan pangan di wilayah Palestina yang dilanda perang—sebuah peristiwa yang menurutnya “disebut genosida dan mengingatkan Holocaust".
Angkatan Bersenjata Kolombia, yang terlibat dalam konflik selama puluhan tahun dengan gerilyawan sayap kiri, paramiliter sayap kanan, dan kartel narkoba, menggunakan senjata dan pesawat buatan Israel.
Negara ini memiliki sejarah hubungan diplomatik dan militer yang kuat dengan Israel dan Amerika Serikat.
Petro menyatakan dukungannya kepada Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva, yang juga memicu kemarahan Israel dengan mengatakan kampanye militer Zionis di Gaza bukanlah perang, melainkan genosida.
Kolombia dan Brasil mendukung pengaduan Afrika Selatan terhadap Israel ke Mahkamah Internasional di Den Haag, dan menuduh serangan Gaza merupakan pelanggaran terhadap Konvensi Genosida.
Demonstran May Day Kolombia Sandra Gutierrez, seorang guru berusia 38 tahun, menyambut baik pengumuman presidennya pada hari Rabu.
“Seseorang tidak bisa menjadi kaki tangan para pembunuh,” katanya kepada AFP di alun-alun Plaza Bolivar.
Angkatan Bersenjata Kolombia, yang terlibat dalam konflik selama puluhan tahun dengan gerilyawan sayap kiri, paramiliter sayap kanan, dan kartel narkoba, menggunakan senjata dan pesawat buatan Israel.
Negara ini memiliki sejarah hubungan diplomatik dan militer yang kuat dengan Israel dan Amerika Serikat.
Petro menyatakan dukungannya kepada Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva, yang juga memicu kemarahan Israel dengan mengatakan kampanye militer Zionis di Gaza bukanlah perang, melainkan genosida.
Kolombia dan Brasil mendukung pengaduan Afrika Selatan terhadap Israel ke Mahkamah Internasional di Den Haag, dan menuduh serangan Gaza merupakan pelanggaran terhadap Konvensi Genosida.
Demonstran May Day Kolombia Sandra Gutierrez, seorang guru berusia 38 tahun, menyambut baik pengumuman presidennya pada hari Rabu.
“Seseorang tidak bisa menjadi kaki tangan para pembunuh,” katanya kepada AFP di alun-alun Plaza Bolivar.
(mas)
Lihat Juga :