Mengapa Hanya Suriah yang Menjadi Sekutu Iran di Timur Tengah?
Rabu, 01 Mei 2024 - 22:22 WIB
loading...
A
A
A
Amerika Serikat memusuhi kedua rezim tersebut, sehingga menciptakan insentif lebih lanjut untuk bekerja sama. Kedua negara khawatir bahwa kekacauan di Irak akan menyebar ke seluruh perbatasan mereka, namun mereka juga ingin Amerika Serikat menderita kerugian besar demi meredam antusiasme mereka terhadap perubahan rezim. Terakhir, kedua negara hanya mempunyai sedikit sekutu, sehingga dukungan satu sama lain sangat berharga.
Baca Juga: Deretan Kelompok Bersenjata yang Berperang dengan Junta Myanmar
![Mengapa Hanya Suriah yang Menjadi Sekutu Iran di Timur Tengah?]()
Foto/AP
Iran memberikan legitimasi yang aneh bagi rezim Baath di Damaskus. Suriah didominasi oleh kelompok Alawi, sebuah sekte minoritas Islam yang bahkan lebih dibenci dan bahkan kurang diterima oleh kelompok Sunni militan dibandingkan kelompok Syiah.
"Beberapa pemimpin Syiah telah mendukung rezim Damaskus dengan mengklaim bahwa kaum Alawi hanyalah bagian dari keluarga besar Syiahâsebuah klaim yang tidak banyak menenangkan kaum Sunni yang sangat chauvinistik namun menarik bagi mereka yang memiliki pandangan lebih luas terhadap Islam," ungkap Byman.
![Mengapa Hanya Suriah yang Menjadi Sekutu Iran di Timur Tengah?]()
Foto/AP
Berbagai kepentingan bersama ini telah bersatu di Lebanon. Awalnya, Suriah mewaspadai Islam revolusioner. Namun, setelah Israel menginvasi Lebanon pada tahun 1982, Damaskus menyambut baik bantuan Iran. Para pejabat Iran membina Hizbullah, membantu menyatukan berbagai faksi Syiah dan memberikan pelatihan, uang, dan dukungan ideologis kepada gerakan tersebut.
"Suriah juga mendukung gerakan baru ini, dan dengan bantuan mereka, Hizbullah menjadi ujung pedang melawan penjajah Israel. Pada tahun 1985, serangan Hizbullah menyebabkan Israel menarik diri dari seluruh wilayah kecuali sebagian wilayah Lebanon. Lima belas tahun kemudian, Israel keluar sepenuhnya," ujar Byman.
Baca Juga: Deretan Kelompok Bersenjata yang Berperang dengan Junta Myanmar
3. Sama-sama Penganut Syiah

Foto/AP
Iran memberikan legitimasi yang aneh bagi rezim Baath di Damaskus. Suriah didominasi oleh kelompok Alawi, sebuah sekte minoritas Islam yang bahkan lebih dibenci dan bahkan kurang diterima oleh kelompok Sunni militan dibandingkan kelompok Syiah.
"Beberapa pemimpin Syiah telah mendukung rezim Damaskus dengan mengklaim bahwa kaum Alawi hanyalah bagian dari keluarga besar Syiahâsebuah klaim yang tidak banyak menenangkan kaum Sunni yang sangat chauvinistik namun menarik bagi mereka yang memiliki pandangan lebih luas terhadap Islam," ungkap Byman.
4. Memiliki Kepentingan yang Sama

Foto/AP
Berbagai kepentingan bersama ini telah bersatu di Lebanon. Awalnya, Suriah mewaspadai Islam revolusioner. Namun, setelah Israel menginvasi Lebanon pada tahun 1982, Damaskus menyambut baik bantuan Iran. Para pejabat Iran membina Hizbullah, membantu menyatukan berbagai faksi Syiah dan memberikan pelatihan, uang, dan dukungan ideologis kepada gerakan tersebut.
"Suriah juga mendukung gerakan baru ini, dan dengan bantuan mereka, Hizbullah menjadi ujung pedang melawan penjajah Israel. Pada tahun 1985, serangan Hizbullah menyebabkan Israel menarik diri dari seluruh wilayah kecuali sebagian wilayah Lebanon. Lima belas tahun kemudian, Israel keluar sepenuhnya," ujar Byman.
Lihat Juga :