Kritik Pedas Prabowo di Media AS: Barat Terapkan Standar Ganda pada Rusia dan Israel
Minggu, 28 April 2024 - 08:37 WIB
loading...
A
A
A
“Bagaimana lagi standar ganda seperti ini dapat dijelaskan, ketika kita diminta untuk menetapkan satu set prinsip untuk Ukraina dan satu lagi untuk Palestina?” tanya Prabowo.
Hampir setahun yang lalu Prabowo menyerukan gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina. “Saya menyerukan gencatan senjata dengan alasan yang sama seperti saya menyerukan gencatan senjata dalam perang yang dilancarkan Israel terhadap Gaza. Saya menyerukan agar pertempuran dihentikan karena warga sipil yang tidak bersalah menanggung akibatnya dengan nyawa mereka; karena kehidupan dan penghidupan sedang dihancurkan; karena perang sebesar ini tidak hanya berdampak pada negara dan masyarakat yang terlibat tetapi dapat menyebar dan melanda seluruh wilayah dan benua,” jelasnya.
Dia menyerukan gencatan senjata sebagai awal menuju perdamaian jangka panjang karena, sebagai Muslim, sebagai orang Indonesia, Prabowo percaya pada perdamaian dan hidup berdampingan, moderat dan harmonis.
“Nilai-nilai ini ada dalam DNA negara dan masyarakat kami. Bagi kami, hal ini sama relevannya ketika mereka yang menderita adalah orang Eropa dan ketika korbannya adalah orang Asia atau Afrika. Dan hal-hal tersebut tetap relevan, baik mereka yang terkena dampak adalah orang Kristen, Muslim, atau Yahudi,” paparnya.
Bersama banyak negara lain, Indonesia telah melakukan yang terbaik untuk membantu masyarakat Gaza bertahan hidup. “Namun bantuan apa pun yang kita berikan, airdrop atau konvoi apa pun yang dapat kita kirimkan, tidaklah cukup,” terangnya.
Menurutnya, dunia harus bersatu untuk segera mengakhiri perang yang terjadi sekarang ini.
“Tapi kita tidak boleh berhenti di situ. Jika kita tidak ingin siklus kekerasan dan penderitaan terulang kembali secara dramatis, seperti yang terjadi selama delapan dekade terakhir, kita harus bekerja sama untuk menyelesaikan konflik dengan mendirikan negara Palestina merdeka berdampingan dengan negara yang sudah ada; Israel.”
Hampir setahun yang lalu Prabowo menyerukan gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina. “Saya menyerukan gencatan senjata dengan alasan yang sama seperti saya menyerukan gencatan senjata dalam perang yang dilancarkan Israel terhadap Gaza. Saya menyerukan agar pertempuran dihentikan karena warga sipil yang tidak bersalah menanggung akibatnya dengan nyawa mereka; karena kehidupan dan penghidupan sedang dihancurkan; karena perang sebesar ini tidak hanya berdampak pada negara dan masyarakat yang terlibat tetapi dapat menyebar dan melanda seluruh wilayah dan benua,” jelasnya.
Dia menyerukan gencatan senjata sebagai awal menuju perdamaian jangka panjang karena, sebagai Muslim, sebagai orang Indonesia, Prabowo percaya pada perdamaian dan hidup berdampingan, moderat dan harmonis.
“Nilai-nilai ini ada dalam DNA negara dan masyarakat kami. Bagi kami, hal ini sama relevannya ketika mereka yang menderita adalah orang Eropa dan ketika korbannya adalah orang Asia atau Afrika. Dan hal-hal tersebut tetap relevan, baik mereka yang terkena dampak adalah orang Kristen, Muslim, atau Yahudi,” paparnya.
Bersama banyak negara lain, Indonesia telah melakukan yang terbaik untuk membantu masyarakat Gaza bertahan hidup. “Namun bantuan apa pun yang kita berikan, airdrop atau konvoi apa pun yang dapat kita kirimkan, tidaklah cukup,” terangnya.
Menurutnya, dunia harus bersatu untuk segera mengakhiri perang yang terjadi sekarang ini.
“Tapi kita tidak boleh berhenti di situ. Jika kita tidak ingin siklus kekerasan dan penderitaan terulang kembali secara dramatis, seperti yang terjadi selama delapan dekade terakhir, kita harus bekerja sama untuk menyelesaikan konflik dengan mendirikan negara Palestina merdeka berdampingan dengan negara yang sudah ada; Israel.”
(mas)
Lihat Juga :