Diklaim Sudah Dieksekusi, Jenderal Iran Mata-mata CIA Masih Hidup di AS
Jum'at, 26 April 2024 - 11:38 WIB
loading...
A
A
A
Namun alih-alih dieksekusi seperti yang diklaim otoritas peradilan Iran, dia malah terus bekerja mengumpulkan informasi untuk AS.
Diperkirakan bahwa intelijen AS pertama kali merekrut Asgari di Thailand saat melakukan perjalanan pada tahun 2005. Setelah tiba di Turki, Asgari diduga setuju untuk bergabung dengan agen Amerika di pangkalan militer AS di Jerman.
Dua bulan kemudian, dia dikirim untuk memulai hidup barunya di Amerika dan membantu CIA melemahkan kapasitas nuklir Iran, ungkap sumber tersebut.
Meskipun bukan seorang ilmuwan nuklir atau pejabat penting dalam program nuklir Iran, dia memberikan “tambang emas” informasi dan menjadi bagian dari program rahasia CIA yang disebut “Brain Drain", menurut investigasi Iran International.
Informasi yang dia kumpulkan sangat rahasia sehingga dikirim langsung ke pimpinan CIA.
“Hanya sejumlah pejabat tinggi di CIA, Gedung Putih, Pentagon, dan beberapa badan intelijen Amerika lainnya yang terlibat dalam kasus ini yang mengetahui pencapaian intelijen yang signifikan tersebut,” kata seorang pejabat intelijen AS kepada Iran International.
Diperkirakan bahwa intelijen AS pertama kali merekrut Asgari di Thailand saat melakukan perjalanan pada tahun 2005. Setelah tiba di Turki, Asgari diduga setuju untuk bergabung dengan agen Amerika di pangkalan militer AS di Jerman.
Dua bulan kemudian, dia dikirim untuk memulai hidup barunya di Amerika dan membantu CIA melemahkan kapasitas nuklir Iran, ungkap sumber tersebut.
Meskipun bukan seorang ilmuwan nuklir atau pejabat penting dalam program nuklir Iran, dia memberikan “tambang emas” informasi dan menjadi bagian dari program rahasia CIA yang disebut “Brain Drain", menurut investigasi Iran International.
Informasi yang dia kumpulkan sangat rahasia sehingga dikirim langsung ke pimpinan CIA.
“Hanya sejumlah pejabat tinggi di CIA, Gedung Putih, Pentagon, dan beberapa badan intelijen Amerika lainnya yang terlibat dalam kasus ini yang mengetahui pencapaian intelijen yang signifikan tersebut,” kata seorang pejabat intelijen AS kepada Iran International.
(mas)
Lihat Juga :