Spanyol Bebaskan Bos Mafia yang Hendak Habisi Putri Mahkota Belanda Catharina-Amalia

Kamis, 25 April 2024 - 09:14 WIB
loading...
Spanyol Bebaskan Bos...
Putri Mahkota Belanda Catharina-Amalia. Spanyol bebaskan seorang bos mafia yang ingin membunuh Putri Amalia. Foto/RVD/Frank Ruiter
A A A
MADRID - Seorang hakim regional di Spanyol telah membebaskan seorang pemimpin mafia Maroko dengan jaminan. Bos mafia bernama Karim Bouyakhrichan itulah yang telah merencanakan untuk menculik atau membunuh Putri Mahkota Kerajaan Belanda Catharina-Amalia.

Selain Putri Amalia, Bouyakhrichan pewaris takhta negara tersebut serta Perdana Menteri (PM) Mark Rutte.

Menurut laporan media lokal, yang dilansir Russia Today, Kamis (25/4/2024), kegagalan pengadilan yang lebih tinggi secara efektif memungkinkan dia lolos dari ekstradisi.

Baca Juga: 10 Kartel Terbesar di Dunia, Ada yang Pendapatannya Rp311 Triliun

Karim Bouyakhrichan, seorang warga negara Belanda asal Maroko yang masuk dalam daftar paling dicari Interpol, ditangkap di kota Marbella, Spanyol pada awal Januari, setelah perburuan selama bertahun-tahun.

Dia menjadi target prioritas tinggi untuk ditangkap setelah organisasi kriminalnya mengancam akan membunuh Putri Catharina-Amalia, Putri Raja Belanda Willem Alexander, yang dikenal sebagai Princes of Orange.

Badan keamanan Belanda menyebut Bouyakhrichan sebagai “penjahat paling dicari dan berbahaya di Belanda.”

Menurut media lokal, bos mafia itu juga menghadapi tuduhan pencucian uang di Spanyol, yang mendorong pengadilan di Marbella untuk menahannya.

Namun, setelah masa hukumannya habis sekitar satu bulan, pengadilan provinsi Malaga membebaskannya dengan uang jaminan sebesar €50.000, serta dengan syarat Bouyakhrichan harus menyerahkan paspornya dan hadir di pengadilan setiap 15 hari.

SUR, mengutip sumber Spanyol, melaporkan Bouyakhrichan terakhir kali terlihat adalah pada 1 April. Media itu juga menyebutkan bahwa Bouyakhrichan diduga telah meninggalkan Spanyol.

Laporan SUR mengeklaim bahwa hakim regional telah mengambil keputusan untuk membebaskan pria tersebut meskipun ada tentangan keras dari kantor kejaksaan.

Media lokal menggambarkan bagaimana Pengadilan Provinsi di Malaga menolak melaksanakan perintah ekstradisi Belanda, dengan alasan bahwa Bouyakhrichan harus menghadapi tuduhan pencucian uang terlebih dahulu di Spanyol.

Amsterdam kemudian dilaporkan mengajukan permintaan baru yang mendesak, dan Pengadilan Tinggi Spanyol di Madrid menyetujuinya.

Namun, menurut jaringan radio Cadena SER, Hakim Ismael Moreno karena alasan tertentu lalai mengeluarkan perintah penahanan yang akan membuat tersangka bos kriminal tersebut tetap berada di balik jeruji besi, untuk menjamin ekstradisinya ke Belanda.

Cadena SER mengutip sumber polisi yang tidak disebutkan namanya yang mengatakan bahwa keputusan hakim yang meragukan telah mengakibatkan penyelidikan selama lima tahun terbuang sia-sia.

Sumber keamanan Belanda yang tidak disebutkan namanya menggambarkan kesalahan hukum yang terjadi sebagai “kesalahan yang tidak dapat dimaafkan.”

Menurut Politico, pada tahun 2022 Putri Belanda Amalia harus dibawa keluar dari kampusnya setelah pihak berwenang memperoleh bukti yang dapat dipercaya mengenai rencana mafia Maroko untuk menculik atau membunuhnya.

Outlet Belanda, De Telegraaf, juga melaporkan bahwa Perdana Menteri sementara Mark Rutte juga masuk dalam daftar pembunuhan Bouyakhrichan.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertama Kali, Dokter...
Pertama Kali, Dokter Belanda Suntik Mati Seorang Anak di Bawah Usia 12 Tahun
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
Thailand Berduka, Putri...
Thailand Berduka, Putri Raja Vajiralongkorn Meninggal setelah Koma Hampir 4 Tahun
Kapal Perang Belanda...
Kapal Perang Belanda dan China Terlibat Konfrontasi di Laut China Selatan
Koma Tak Kunjung Sadar,...
Koma Tak Kunjung Sadar, Kondisi Putri Raja Thailand Kini Memburuk
Pemain Timnas Inggris...
Pemain Timnas Inggris Anthony Gordon Dikeroyok Media Spanyol
Delegasi Iran Berangkat...
Delegasi Iran Berangkat ke Swiss Negosiasi dengan AS, Perang Bakal Berakhir?
Survei: Semakin Banyak...
Survei: Semakin Banyak Warga Israel Tak Suka kepada Netanyahu gegara Perang Iran
Rekomendasi
Desak Beri Kompensasi...
Desak Beri Kompensasi Akibat Mati Listrik Bergilir, DPR: Jangan Tiap Masalah Rakyat Diminta Sabar
Cerita Nurma, dari Belajar...
Cerita Nurma, dari Belajar di Perpustakaan hingga Malam Kini Bisa Kuliah Gratis di UGM
Pakar Nilai Penggeledahan...
Pakar Nilai Penggeledahan Roy Suryo dan Dokter Tifa Sudah Sesuai Aturan
Berita Terkini
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
Pertama Kali, Dokter...
Pertama Kali, Dokter Belanda Suntik Mati Seorang Anak di Bawah Usia 12 Tahun
PBB Mulai Evakuasi 11.000...
PBB Mulai Evakuasi 11.000 Pelaut yang Terdampar di Selat Hormuz
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Oman dan Iran Bentuk...
Oman dan Iran Bentuk Kelompok Kerja Bersama untuk Bahas Pengelolaan Selat Hormuz
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved