Abaikan Saran AS dan Negara Arab, Invasi Darat Israel ke Rafah Segera Dilaksanakan

Rabu, 24 April 2024 - 16:20 WIB
loading...
A A A
Bagi para pengungsi di Rafah, evakuasi lainnya tampak suram.

Aya, 30, yang tinggal sementara di kota bersama keluarganya di sekolah, mengatakan dia sedang mempertimbangkan untuk keluar. Namun dia khawatir hal itu akan terlalu berbahaya. Dia mengatakan bahwa beberapa keluarga baru-baru ini pindah ke kamp pengungsi di pesisir Al-Mawasi, namun tenda mereka terbakar ketika peluru tank mendarat di dekatnya.

“Saya harus mengambil keputusan apakah akan meninggalkan Rafah karena ibu saya dan saya takut invasi bisa terjadi secara tiba-tiba dan kami tidak punya waktu untuk melarikan diri,” katanya. "Kemana kita pergi?"

H. A. Hellyer, rekan senior dalam studi keamanan internasional di Royal United Services Institute, mengatakan dia memperkirakan serangan terhadap Rafah "lebih cepat daripada nanti" karena Netanyahu berada di bawah tekanan untuk memenuhi tujuannya yaitu menyelamatkan para sandera dan membunuh seluruh anggota Hamas. pemimpin.

“Invasi ke Rafah tidak dapat dihindari karena cara dia membingkai semua ini,” katanya. Namun tidak mungkin semua orang meninggalkan kota tersebut, jadi "jika dia mengirim militer ke Rafah, akan ada banyak korban jiwa".

Mesir mengatakan pihaknya memperingatkan Israel agar tidak pindah ke Rafah. Tindakan seperti itu, kata Layanan Informasi Negara Mesir, “akan menyebabkan hilangnya nyawa manusia secara besar-besaran pengorbanan, kerugian (dan) kehancuran yang meluas”.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
Sadisnya Tentara Israel...
Sadisnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat, IDF Luncurkan Penyelidikan
Rudal AGM-188A Rusty...
Rudal AGM-188A Rusty Dagger, Membentuk Masa Depan Medan Perang
Dibombardir AS, Asap...
Dibombardir AS, Asap Membubung di Pelabuhan Iran
Pecah! Momen PM Malaysia...
Pecah! Momen PM Malaysia Anwar Ibrahim Nyanyi, PM Thailand Charnvirakul Main Saksofon
Rekomendasi
Goal Aksis U-15 dan...
Goal Aksis U-15 dan Akademi Persib U-18 Juara Hydroplus Soccer League All-Stars 2025/2026
Saatnya Koperasi Naik...
Saatnya Koperasi Naik Kelas
Datang Melayat, Bedu...
Datang Melayat, Bedu Ungkap Kenangan Terakhir Bersama Temon
Berita Terkini
Peta Politik Malaysia...
Peta Politik Malaysia Terus Berubah Warna, PM Anwar Ibrahim Kian Tersudut
Mengapa Para Pemimpin...
Mengapa Para Pemimpin Iran Masih Berbeda Pandangan terkait Selat Hormuz?
Siapa Hamad bin Khalifa...
Siapa Hamad bin Khalifa Al Thani? Pemimpin yang Meningkatkan PDB Qatar hingga 24 Kali Lipat
Hakim Perempuan Muslim...
Hakim Perempuan Muslim Ini Diancam Dibunuh setelah Menghukum Para Penjaga Sapi
Balas Dendam Itu Pasti...
Balas Dendam Itu Pasti Terjadi! Media Iran Rilis 13 Pejabat AS, Iran dan Eropa yang Jadi Target
Pendiri Telegram: Uni...
Pendiri Telegram: Uni Eropa Berubah Menjadi Republik Pisang
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved