PM Baru Otoritas Palestina Abaikan Tekanan untuk Berdialog dan Berkompromi dengan Israel

Rabu, 24 April 2024 - 15:01 WIB
loading...
A A A
Amerika Serikat dan mitra internasional lainnya telah menekan Otoritas Palestina untuk melaksanakan reformasi besar-besaran guna memulihkan kepercayaan di antara warga Palestina yang sangat kecewa dengan badan yang dibentuk berdasarkan Perjanjian Damai Oslo sementara lebih dari 30 tahun yang lalu.

Urgensi untuk melakukan reformasi semakin meningkat karena perhatian beralih ke pemerintahan di Gaza, setelah Israel mengakhiri kampanye militernya melawan Hamas menyusul serangan tanggal 7 Oktober terhadap Israel yang dipimpin oleh para pejuang Gerakan Hamas.

Meskipun ada penolakan dari Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, Washington dan sekutunya mengatakan Otoritas Palestina harus dilibatkan dalam mengatur daerah kantong tersebut setelah pasukan Israel menarik diri.

Amerika Serikat dan sebagian besar negara-negara Barat mengatakan hanya solusi dua negara, yang mencakup Negara Palestina merdeka di samping Israel, yang dapat menawarkan peluang penyelesaian damai atas konflik yang telah berlangsung selama beberapa dekade.

Namun, Abbas bereaksi dengan marah pekan lalu ketika Washington memveto permintaan Palestina untuk menjadi anggota penuh PBB, dan mengatakan bahwa PA akan mempertimbangkan kembali hubungan bilateral dengan Amerika Serikat setelah keputusan tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
Hacker Pro-Palestina...
Hacker Pro-Palestina Janji Lancarkan Serangan Siber Paling Dahsyat ke Israel
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
ICC Diduga Ajukan Surat...
ICC Diduga Ajukan Surat Perintah Penangkapan untuk Menteri Israel, Smotrich Ancam Otoritas Palestina
Siapa Yasser Abbas?...
Siapa Yasser Abbas? Putra Presiden Palestina yang Diprediksi Meneruskan Kepemimpinan Ayahnya
1,5 Juta Warga Palestina...
1,5 Juta Warga Palestina Berikan Suara untuk Pemilu Pertama sejak Perang Gaza
Prabowo-Macron Sepakat...
Prabowo-Macron Sepakat Dukung Solusi Dua Negara untuk Palestina
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Trump Ingin Buru-Buru...
Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran, Tak Menunggu 19 Juni
Rekomendasi
Mengenal Terapi Regeneratif,...
Mengenal Terapi Regeneratif, Pendekatan Medis untuk Peremajaan dan Pemulihan Jaringan
Piala Dunia 2026 Masuk...
Piala Dunia 2026 Masuk Zona Bahaya
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditahan, Din Syamsuddin Siap Jadi Penjamin
Berita Terkini
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved