Eks Perwira CIA Ditangkap, Dituduh Bocorkan Informasi Sangat Rahasia ke China
Selasa, 18 Agustus 2020 - 08:32 WIB
loading...
Bendera dengan logo Badan Intelijen Pusat (CIA) Amerika Serikat. Foto/REUTERS
A
A
A
WASHINGTON - Seorang mantan perwira CIA (Badan Intelijen Pusat) ditangkap otoritas keamanan Amerika Serikat (AS). Dia dituduh berkonspirasi dengan seorang kerabat yang juga bertugas di CIA untuk mengirim informasi yang sangat rahasia ke Republik Rakyat China (RRC).
Penangkapan terhadap mantan perwira CIA bernama Alexander Yuk Ching Ma berlangsung Jumat pekan lalu. Departemen Kehakiman AS dalam siaran pers yang dilansir Fox News mengatakan tuntutan pidana yang berisi dakwaan terhadapnya dibuka Senin (17/8/2010) pagi.
“Jejak spionase China panjang dan, sayangnya, dipenuhi dengan mantan perwiraintelijen Amerika yang mengkhianati rekan-rekan mereka, negara mereka dan nilai-nilai demokrasi liberal untuk mendukung rezim komunis otoriter,” kata Asisten Jaksa Agung
untuk Keamanan Nasional John C. Demers. (Baca: Ilmuwan China Lari ke AS: Covid-19 Dibuat di Lab Militer Partai Komunis )
"Pengkhianatan ini tidak pernah sepadan. Baik segera, atau bertahun-tahun setelah mereka mengira mereka lolos begitu saja, kami akan menemukan pengkhianat ini dan kami akan membawa mereka ke pengadilan. Bagi dinas intelijen China, orang-orang ini dapat dibuang. Bagi kami, mereka adalah pengingat yang menyedihkan tetapi mendesak tentang perlunya tetap waspada," paparnya.
Ma, 67, adalah warga negara AS yang dinaturalisasi yang lahir di Hong Kong. Menurut dokumen pengadilan, dia mulai bekerja untuk CIA pada tahun 1982 dan mempertahankan informasi sangat rahasia. Ma juga menandatangani berbagai perjanjian kerahasiaan, di mana dia mengakui kewajibannya untuk melindungi rahasia pemerintah selama berada di CIA.
Dia meninggalkan CIA pada tahun 1989 untuk tinggal dan bekerja di Shanghai, China, sebelum pergi ke Hawaii pada tahun 2001.
Penangkapan terhadap mantan perwira CIA bernama Alexander Yuk Ching Ma berlangsung Jumat pekan lalu. Departemen Kehakiman AS dalam siaran pers yang dilansir Fox News mengatakan tuntutan pidana yang berisi dakwaan terhadapnya dibuka Senin (17/8/2010) pagi.
“Jejak spionase China panjang dan, sayangnya, dipenuhi dengan mantan perwiraintelijen Amerika yang mengkhianati rekan-rekan mereka, negara mereka dan nilai-nilai demokrasi liberal untuk mendukung rezim komunis otoriter,” kata Asisten Jaksa Agung
untuk Keamanan Nasional John C. Demers. (Baca: Ilmuwan China Lari ke AS: Covid-19 Dibuat di Lab Militer Partai Komunis )
"Pengkhianatan ini tidak pernah sepadan. Baik segera, atau bertahun-tahun setelah mereka mengira mereka lolos begitu saja, kami akan menemukan pengkhianat ini dan kami akan membawa mereka ke pengadilan. Bagi dinas intelijen China, orang-orang ini dapat dibuang. Bagi kami, mereka adalah pengingat yang menyedihkan tetapi mendesak tentang perlunya tetap waspada," paparnya.
Ma, 67, adalah warga negara AS yang dinaturalisasi yang lahir di Hong Kong. Menurut dokumen pengadilan, dia mulai bekerja untuk CIA pada tahun 1982 dan mempertahankan informasi sangat rahasia. Ma juga menandatangani berbagai perjanjian kerahasiaan, di mana dia mengakui kewajibannya untuk melindungi rahasia pemerintah selama berada di CIA.
Dia meninggalkan CIA pada tahun 1989 untuk tinggal dan bekerja di Shanghai, China, sebelum pergi ke Hawaii pada tahun 2001.
Lihat Juga :