Bawa Rudal Harpoon, Jet Tempur Hornet AS Berkeliaran di Dekat Jepang
Jum'at, 01 Mei 2020 - 11:13 WIB
loading...
A
A
A
Tujuannya adalah untuk reorientasi ke arah perang besar dengan China, yang akan membutuhkan fokus luas pada Angkatan Laut, Marinir dan Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China.
Para ahli strategi AS mengatakan Angkatan Laut PLA China saat ini sudah lebih besar dari Angkatan Laut Amerika. Berlatih menggunakan jet tempur Hornet berbasis darat sebagai pesawat serang maritim, seperti dalam latihan hari Selasa, dianggap sesuai dengan misi USMC.
Harpoon adalah rudal anti-kapal khusus Angkatan Laut AS. Misil ini diperkenalkan pada tahun 1977 setelah kapal perusak Israel Eilat ditenggelamkan pada tahun 1967 oleh rudal Styx buatan Soviet yang ditembakkan oleh kapal perang Mesir, yang membuka mata ahli strategi Amerika tentang potensi senjata semacam itu.
Kendati demikian, saat ini Harpoon telah tergantikan dalam hal jangkauannya oleh senjata baru seperti AGM-158C Long Range Anti-Ship Missile (LRASM).
Para ahli strategi AS mengatakan Angkatan Laut PLA China saat ini sudah lebih besar dari Angkatan Laut Amerika. Berlatih menggunakan jet tempur Hornet berbasis darat sebagai pesawat serang maritim, seperti dalam latihan hari Selasa, dianggap sesuai dengan misi USMC.
Harpoon adalah rudal anti-kapal khusus Angkatan Laut AS. Misil ini diperkenalkan pada tahun 1977 setelah kapal perusak Israel Eilat ditenggelamkan pada tahun 1967 oleh rudal Styx buatan Soviet yang ditembakkan oleh kapal perang Mesir, yang membuka mata ahli strategi Amerika tentang potensi senjata semacam itu.
Kendati demikian, saat ini Harpoon telah tergantikan dalam hal jangkauannya oleh senjata baru seperti AGM-158C Long Range Anti-Ship Missile (LRASM).
(min)
Lihat Juga :