SAVAK, Unit Intelijen Iran yang Terkenal Kejam di Era Pahlavi

Senin, 22 April 2024 - 12:09 WIB
loading...
A A A
Setelah kudeta, raja berkuasa, Mohammad Reza Shah, membentuk badan intelijen dengan kekuasaan polisi. Tujuan Shah adalah memperkuat rezimnya dengan menempatkan lawan politik di bawah pengawasan dan menekan gerakan pembangkang.

Seorang kolonel Angkatan Darat Amerika Serikat yang bekerja untuk CIA dikirim ke Persia atau Iran pada bulan September 1953 untuk bekerja dengan Jenderal Teymur Bakhtiar, yang diangkat menjadi gubernur militer Teheran pada bulan Desember 1953, dan segera mulai membentuk inti organisasi intelijen baru.

Kolonel Angkatan Darat AS bekerja erat dengan Bakhtīār dan bawahannya, memimpin organisasi intelijen baru dan melatih anggotanya dalam teknik intelijen dasar, seperti metode pengawasan dan interogasi, penggunaan jaringan intelijen, dan keamanan organisasi.

Organisasi tersebut adalah badan intelijen modern dan efektif pertama yang beroperasi di Persia. Pencapaian utamanya terjadi pada bulan September 1954, ketika mereka menemukan dan menghancurkan jaringan besar Partai Tudeh komunis yang telah didirikan di angkatan bersenjata Persia.

Pada bulan Maret 1955, kolonel Angkatan Darat tersebut diganti dengan tim yang lebih permanen yang terdiri dari lima perwira karier CIA, termasuk spesialis dalam operasi rahasia, analisis intelijen, dan kontra-intelijen, termasuk Mayor Jenderal Herbert Norman Schwarzkopf yang melatih hampir semua generasi pertama personel SAVAK.

Pada 1956, badan tersebut direorganisasi dan diberi nama Sazeman-e Ettela'at va Amniyat-e Keshvar (SAVAK).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menlu Iran: Israel Gunakan...
Menlu Iran: Israel Gunakan Uang Pajak AS untuk Bungkam Kritikus AS
Iran Murka AS Serang...
Iran Murka AS Serang Wilayah dan Infrastruktur Sipil, Ini Daftarnya
Balas AS, Iran Ancam...
Balas AS, Iran Ancam Serang Habis-habisan Infrastruktur Regional
Ini 2 Kapal Induk dan...
Ini 2 Kapal Induk dan 22 Kapal Perang AS yang Blokade Iran
AS Mengebom Bandara...
AS Mengebom Bandara dan Jembatan Iran, Teheran: Seluruh Wilayah Timur Tengah Tanggung Akibatnya!
AS Lanjutkan Bombardir...
AS Lanjutkan Bombardir Iran 6 Hari Beruntun, Serang Bandara dan Jembatan
Iran Beri Ancaman Ekstrem...
Iran Beri Ancaman Ekstrem Soal Energi Global: Minyak untuk Semua atau Tidak Sama Sekali
Iran Menggila! Markas...
Iran Menggila! Markas Jet Tempur F-18 AS di Pangkalan Udara Al-Azraq Yordania Dibombardir
500 Lebih Pengungsi...
500 Lebih Pengungsi Rohingya Dikhawatirkan Tewas akibat Kapal Tenggelam
Rekomendasi
Pelimpahan Berkas Perkara...
Pelimpahan Berkas Perkara Febrie Dinilai Tindakan Rasional
Elnusa Petrofin Pastikan...
Elnusa Petrofin Pastikan Distribusi BBM di Sumatra Utara Kembali Normal
Dekopin: Juli Bulan...
Dekopin: Juli Bulan Koperasi, Banyak Daerah Masih Merayakan
Berita Terkini
Beberapa Personel Militer...
Beberapa Personel Militer Kuwait Terluka dalam Serangan Iran
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
Menlu Iran: Israel Gunakan...
Menlu Iran: Israel Gunakan Uang Pajak AS untuk Bungkam Kritikus AS
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
Yaman Memanas, Houthi...
Yaman Memanas, Houthi Ancam Serang Fasilitas Minyak di Arab Saudi
7 Tempat Penyimpanan...
7 Tempat Penyimpanan Emas Terbesar di Dunia, Ada yang Dijaga di Bawah Tanah hingga Benteng Super Ketat
Infografis
Rp603 Triliun Milik...
Rp603 Triliun Milik Amerika Serikat Habis Terbakar di Langit Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved