Inilah Daftar Ilmuwan Rudal Rusia yang Dipenjara karena Pengkhianatan Tingkat Tinggi
Minggu, 21 April 2024 - 12:13 WIB
loading...
A
A
A
5. Anatoly Gubanov
Gubanov, dari Central Aerohydrodynamic Institute (TsAGI) Moskow, ditangkap pada Desember 2020 dengan tuduhan memberikan materi kepada koleganya di Belanda tempat dia bekerja di HEXAFLY-INT, sebuah pesawat hipersonik.
Pihak berwenang Rusia mengatakan Gubanov telah berkonspirasi dengan rekannya dan sesama fisikawan; Valery Golubkin, yang juga bekerja di proyek tersebut dan ditangkap atas tuduhan makar pada April 2021.
Gubanov mengaku bersalah dan meminta hukuman di bawah hukuman minimal 12 tahun, namun ditolak pada 27 Oktober 2023.
6. Valery Golubkin
Golubkin dipekerjakan di proyek yang sama dengan Gubanov dan ditangkap atas tuduhan makar pada April 2021. Golubkin membantah tuduhan terhadapnya, namun dijatuhi hukuman 12 tahun penjara pada Juni 2023.
Proyek hak asasi manusia (HAM) Perviy Otdel mengatakan bahwa laporan yang disampaikan oleh Gubanov dan Golubkin kepada rekan-rekan mereka di Belanda telah diperiksa oleh tiga komisi khusus sebelum diserahkan, dan tidak satupun dari laporan tersebut mengandung rahasia negara.
7. Vladimir Kudryavtsev, Roman Kovalyov, dan Dmitry Kolker
Kudryavtsev, seorang fisikawan di Central Mechanical Engineering Research Institute (TsNIIMash) di wilayah Moskow, menghadapi kasus makar setelah penangkapannya pada Juli 2018 karena dicurigai meneruskan data rahasia tentang teknologi hipersonik ke sebuah kelompok penelitian di Belgia.
Pada April 2021, Kudryavtsev meninggal karena kanker paru-paru pada usia 77 tahun sebelum dia diadili, menurut media Rusia.
Kovalyov, mantan pejabat senior di lembaga yang sama, dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman penjara jangka panjang pada Juni 2020 atas tuduhan pengkhianatan tingkat tinggi yang ditolaknya dan para pendukungnya. Dia meninggal pada April 2022 karena kanker.
Sementara itu, pada Juli 2022, Kolker, seorang fisikawan Rusia berusia 54 tahun yang mengepalai Laboratorium Teknologi Optik Kuantum Universitas Negeri Novosibirsk, meninggal dalam tahanan setelah diterbangkan ke Moskow saat dia menjalani perawatan kanker pankreas.
Bulan sebelumnya, Kolker ditangkap karena dicurigai menyampaikan informasi ke China. “FSB membunuh ayah saya,” tulis putranya, Maksim Kolker, di platform media sosial Rusia VKontakte pada saat itu.
(mas)
Lihat Juga :