PM Israel Netanyahu Takut Ditangkap ICC, Minta Bantuan Inggris dan Jerman

Minggu, 21 April 2024 - 09:31 WIB
loading...
PM Israel Netanyahu...
PM Israel Benjamin Netanyahu takut ICC keluarkan surat perintah penangkapan untuknya atas kejahatan perang di Gaza, Palestina. Foto/REUTERS
A A A
TEL AVIV - Sebuah laporan dari media Israel mengungkap bahwa Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu takut Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) di Den Haag akan mengeluarkan surat perintah untuk menangkap dirinya dan pejabat lainnya atas kejahatan perang di Gaza.

Mengutip laporan dari Channel 12, Minggu (21/4/2024), disebutkan bahwa diskusi mendesak terjadi pada hari Selasa lalu di Kantor PM Netanyahu yang masih dirahasiakan hingga saat ini, di mana muncul skenario yang mengkhawatirkan dan kekhawatiran serius yang memungkinkan dikeluarkannya surat perintah penangkapan internasional dari ICC terhadap pejabat senior, pemimpin keamanan, dan politisi Israel, termasuk Netanyahu sendiri.

Dilaporkan bahwa elite politik dan hukum tertinggi di Israel hadir dalam diskusi tersebut.

Baca Juga: Netanyahu Sesumbar Israel Selangkah Lagi Menang Perang Gaza, tapi....

Media itu mencatat bahwa alasan dikeluarkannya surat perintah penangkapan internasional adalah dugaan kejahatan perang di Gaza.

Laporan tersebut mengonfirmasi bahwa Netanyahu meminta menteri luar negeri Inggris dan Jerman selama kunjungan mereka ke Israel untuk melakukan intervensi guna mencegah dikeluarkannya surat perintah penangkapan oleh ICC.

Dijelaskan bahwa Tel Aviv telah memperoleh informasi dan pesan yang menunjukkan kemungkinan dikeluarkannya perintah tersebut dalam skala besar dan mungkin dikeluarkan pada akhir bulan depan.

Channel 12 melaporkan bahwa diskusi tersebut mengangkat isu krisis kemanusiaan di Jalur Gaza dan pernyataan beberapa negara bahwa Israel melanggar hukum internasional, serta memperlakukan penduduk sipil di Jalur Gaza dengan cara yang melanggar Kovensi Jenewa Keempat.

Di akhir diskusi, diambil keputusan untuk mengambil beberapa tindakan mendesak pada menit-menit terakhir terhadap ICC untuk mencegah dikeluarkannya surat perintah penangkapan.

Perang Israel-Hamas pecah di Gaza, Palestina, sejak 7 Oktober 2023. Itu dimulai setelah Hamas menyerang Israel, yang menurut rezim Zionis menewaskan 1.200 orang dan ratusan lainnya dibawa ke Gaza sebagai sandera.

Sejak itu, Israel membombardir Gaza dan meluncurkan perang darat hingga sekarang. Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, lebih dari 33.000 orang tewas akibat invasi tanpa pandang bulu Israel, dengan mayoritas korban adalah perempuan dan anak-anak.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Trump Klaim AS Telah...
Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
Trump Mendadak Batal...
Trump Mendadak Batal Bombardir Iran Besar-besaran, Israel Terkejut
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat M 7,8 di Filipina Bertambah Jadi 53 Orang
Heli Militer Mi-17 Pakistan...
Heli Militer Mi-17 Pakistan Jatuh, 22 Tentara Tewas termasuk 3 Perwira
Rekomendasi
TikTok Dorong Pertumbuhan...
TikTok Dorong Pertumbuhan Industri Kecantikan Malalui ForYouBeauty 2026
Kejagung: Tersangka...
Kejagung: Tersangka Andri Mulyono Mark up Pengadaan Motor Listrik BGN
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
Berita Terkini
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Infografis
Mengundurkan Diri sebagai...
Mengundurkan Diri sebagai Pemimpin Partai Konservatif dan PM Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved